Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Warning! Jika Corona Berlanjut, Nasib Petani Sawit Semaput

Warning! Jika Corona Berlanjut, Nasib Petani Sawit Semaput Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyebaran infeksi Covid-19 yang makin masif dapat mengancam keberlangsungan kehidupan petani sawit di Indonesia. Kondisi tersebut akan makin nyata terjadi jika PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang menjadi tumpuan petani mengalami pembatasan operasional bahkan hingga terpaksa tutup.

Senior Advisor Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi), Rukaiyah Rafik, memperkirakan, apabila dalam 4–6 bulan ke depan virus corona tak kunjung reda, yang terjadi adalah ekspor akan melambat, tangki penampungan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di PKS akan penuh, dan yang paling buruk PKS akan tutup. Kondisi ini tentunya menyebabkan akan banyak pelaku di industri kelapa sawit mulai dari petani hingga PKS yang terancam kehilangan mata pencahariannya.

Baca Juga: Duh, Harga Sawit Anjlok Dua Hari Berturut-turut

Lebih lanjut, Rukaiyah mengatakan, "Saya dapat informasi kemarin dari teman-teman RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), ada 2 pabrik di Kalimantan Tengah yang sudah tutup. Saya tidak tahu apa saja, tapi ini tantangan terberat kalau terjadi lagi di masa depan, kalau Covid-19 ini tidak berhenti."

Namun dalam hal ini, Rukaiyah menekankan dampak terparah akan dirasakan oleh petani swadaya yang tidak tergabung dalam organisasi petani kelapa sawit mana pun. Pasalnya, petani swadaya merupakan pihak terbelakang terkait dengan antrean serapan sawit dari PKS yang berada di sekitar perkebunan.

Rukaiyah menambahkan, "Nah, bayangkan kalau tangki penampungan penuh, kemudian ekspor melambat. Yang akan terjadi adalah petani swadaya itu nggak mendapatkan ruang untuk diproses. Ini situasi yang memang paling buruk."

Menurut Rukaiyah, pemerintah harus turun tangan mengantisipasi hal-hal tersebut terjadi atau melebar. Ia mencontohkan, Pemda Kalimantan Timur (Kaltim) sudah memberi instruksi kepada pabrik-pabrik kelapa sawit untuk menyerap sawit dari petani swadaya.

"Kebijakan di Pemda Kaltim itu pabrik harus membeli dari petani swadaya. Nah, ini sangat penting menjadi referensi bagi pabrik-pabrik lainnya," tuturnya.

Baca Juga: Pengamat Bocorkan Contoh Konkret Perbuatan Tak Bermoral Terkait Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun yang Habis

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: