Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A
Survei tersebut dilakukan LSI Denny JA secara tatap muka pada 8-15 Juni 2020, menggunakan 8.000 responden di 8 provinsi besar di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Provinsi Bali. Sementara margin of error sekitar 2,05 %. Survei menggunakan riset kualitatif (analisis media dan indepth interview) untuk memperkuat temuan dan analisa.
Pada segmen pemilih PDIP, partai pemenang pemilu, sebanyak 77,8% menyatakan bahwa ekonomi mereka memburuk. Pada konstituen Golkar, sebanyak 74,2% menyatakan ekonomi mereka memburuk. Pada segmen pemilih PKS, yang biasanya pemilih muslim kelas menengah yang tinggal di kota, sebanyak 70,7% menyatakan bahwa ekonomi mereka memburuk.
"Mereka yang menyatakan kondisi ekonomi memburuk juga mayoritas di pemilih Jokowi-Maruf maupun pemilih Prabowo-Sandiaga Uno. Di pemilih Jokowi-Maruf, sebanyak 76,3% menyatakan ekonomi mereka memburuk. Sementara di pemilih Prabowo-Sandiaga, sebanyak 74,2% menyatakan kondisi ekonomi mereka memburuk di tengah pandemi COVID-19," katanya.
Enam bulan dilanda pandemi Covid-19, tingkat kecemasan publik atas kondisi ekonomi mereka berada di zona merah. Mayoritas mereka menyatakan ekonomi mereka memburuk (diatas 70%), dan mayoritas khawatir bahwa mereka tak mampu lagi memenuhi kebutuhan pokok mereka (diatas 80%).
“Sepanjang LSI Denny JA melakukan survei opini publik sejak tahun 2003, tak pernah ada kecemasan publik setinggi ini,” tutur Ardian Sopa.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: