Mahendra memaparkan, dukungan perbankan dan lembaga keuangan juga masih kuat. Misal, pada Juni 2020 lalu WIKA mendapat pinjaman dari PT Bank Chinatrust Indonesia (CTBC Indonesia) sebesar Rp300 miliar.
Di sisi lain, rasio keuangan WIKA diklaim masih sehat. Rasio kemampuan kas untuk membayar utang jangka pendek atau debt service coverage ratio (DSCR) pada kuartal I-2020 mencapai 2,18 kali.
Di samping itu, interest coverage ratio masih pada kisaran 3,18 kali. Dengan kata lain, laba sebelum pajak dan bunga WIKA 3,18 kali lebih besar dari beban bunga yang harus dibayar.
Mahendra menambahkan, kapasitas keuangan WIKA untuk membayar kewajibannya berada pada ambang optimis sehingga tidak perlu menjadi kekhawatiran.
"WIKA akan menjaga rasio utang tetap sehat di bawah level covenant," tambah Mahendra.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Mochamad Rizky Fauzan
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait: