Kredit Foto: Pixabay
"Saya percaya cvd itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu. Yang mengerikan adalah hancurnya hajat hidup masyarakat kecil," tulisnya.
Di akhir keterangan foto, Anji menyebutkan kalau penulisan 'cvd' karena ia malas menulis 'covid'. Unggahan Anji tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Di jagat Twitter, nama Anji pun menjadi trending topik.
Banyak yang mengkritik pernyataan Anji soal COVID-19 yang tidak mengerikan. Ada juga yang menyinggung kenapa Anji mempertanyakan kerja fotografer jurnalistik.
"Kalo Anji bisa membuat statement (cenderung sotoy) yg mempertanyakan sistem kerja di dunia foto jurnalistik, berarti siapa pun juga bisa membuat statement sotoy ttg sistem rekaman dunia musik ya, khususnya lagu-lagu doi," kata warganet.
"I do realize some people insists that Covid19 is unreal, not scary, just a regular influenza & not even deadly. Its ok. Its their opinion. But if you express your groundless opinion to millions of your follower, that's misleading. Anji shud keep the opinion for his and him only," tulis warganet lain.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: