Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pemerintah telah menyiapkan skenario terkait penanggulangan Covid-19 bila terjadi gelombang dua (second wave). Skenario tersebut didasari atas kontinjensi atau ketidakpastian keadaan akibat pandemi.
Kontinjensi yang dimaksud Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan adalah, pemerintah tetap mengambil langkah penyelesaian jika terjadi atau tidak terjadinya gelombang kedua Covid-19 di masa yang akan datang.
"Ya kita sudah buat kontijensi-kontijensi kalau sampai ada second wave, tentu ada," ujar Luhut dalam sesi wawancara dengan televisi swasta, dikutip pada Selasa (21/7/2020).
Baca Juga: Masalah 12 Tahun Gak Kelar-kelar, Luhut Terus Dimarahi Jokowi
Baca Juga: Punya Sense of Crisis Sama, Jokowi Tunjuk Erick Ketuai Tim
Namun begitu, Luhut berharap tidak terjadi second wave. Karena itu, pemerintah terus berupaya mengambil langkah-langkah pencegahan secara ketat. Termasuk terus mengimbau agar masyarakat secara disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Langkah pencegahan, tidak semata-mata menjadi tugas pemerintah. Tapi, sebuah kerja kolektif atau bersama antara pemangku kepentingan, tokoh agama, kaum intelektual, dan masyarakat umum.
"Ini semua kerja sama kita, tidak boleh ada kerja sendiri, kerja harus team work supaya ini bisa kita hindari," ujarnya.
Sementara itu, dia pun memprediksi sektor pariwisata membutuhkan waktu 8-10 bulan ke depan untuk pulih. Namun, bergantung sejauh mana pemerintah mampu menangani laju penyebaran virus Corona. Jika terjadi gelombang kedua, maka dipastikan sektor pariwisata belum kunjung pulih.
Pemerintah, kata dia, terus membuka diri terhadap masukan-masukan sejumlah pihak untuk melakukan penanganan secara cepat. Bahkan, dia menegaskan sikap optimisme harus dipupuk agar bisa membangkitkan kembali geliat pariwisata dan ekonomi secara nasional.
"Kita harus harapkan jangan sampai ada gelombang kedua," ucapnya.
Walaupun rata-rata kasus positif Covid-19 Indonesia masih berkisar 1.500 per harinya, Luhut mengatakan bahwa penanganan untuk di beberapa daerah sudah semakin baik. Bahkan, ia mengklaim tingkat kesembuhan secata rata-rata di atas 50 persen. Bahkan, di beberapa daerah ada yang mencapai 90 persen.
Dengan capaian itu, lanjut Luhut, orang tidak bisa melihat penanganannya Covid-19 secara general, tetapi harus dilihat per daerah. Dengan begitu orang dapat memahami alasan pemerintah membuka kembali sektor pariwisata di sejumlah daerah. Kata dia, daerah setempat memiliki tingkat kesembuhan tinggi dan tingkat penyebaran virus yang landai.
Sebagai informasi, jumlah pasien positif Covid-19 atau virus corona di Indonesia terus meningkat. Hari ini pasien positif bertambah 1.693. Totalnya, per Senin (20/7/2020) hingga pukul 12.00 WIB, orang dinyatakan positif corona menjadi 88.214.
"Kasus positif kita dapatkan penambahan kasus baru berdasarkan confirm PCR Covid-19 bertambah 1.693 dan total jumlah positif menjadi 88.214," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Achmad Yurianto dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait:
Advertisement