Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Murka Dituding Punya Saham TPL, Luhut Tantang Penuduh Tunjukan Bukti Dihadapannya

Murka Dituding Punya Saham TPL, Luhut Tantang Penuduh Tunjukan Bukti Dihadapannya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan marah besar atas tudingan bahwa dirinya memiliki saham PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan menantang pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti langsung di hadapannya.

“Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saya akan marah. Tunjukkan, saya tidak pernah punya saham. Saya maaf agak jengkel ini karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri," tegas Luhut dalam unggahan di akun instagramnya @luhut.pandjaitan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). 

Ia menegaskan, ia tidak pernah memiliki saham di TPL maupun perusahaan lain yang kerap dikaitkan dengan jabatannya.

Luhut menyatakan kepemilikan bisnisnya hanya berada pada perusahaan yang ia dirikan sendiri. “Saya tidak pernah punya saham kecuali di perusahaan saya, yaitu Toba Sejahtera yang saya buat sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenperin Dorong Industri Pulp dan Kertas Terapkan Ekonomi Sirkular

Ia merinci, satu-satunya izin usaha pertambangan (IUP) yang dimilikinya adalah sektor batu bara di Kutai Kertanegara. “Di situ ada Kutai Energi, satu-satunya yang punya IUP yang saya dapat tahun 2003 atau 2004, IUP batu bara di Kutai Kertanegara. Itu sampai hari ini milik saya,” kata Luhut.

Ia juga membantah tudingan kepemilikan saham di sektor nikel maupun kawasan industri Morowali. “Saya tidak punya IUP nikel. Saya tidak punya saham di Morowali yang dituduh-tuduhkan,” ujarnya.

Penegasan tersebut disampaikan Luhut saat menjelaskan sikapnya terhadap TPL yang sejak awal justru ia tolak. Ia mengaku telah menentang operasional perusahaan tersebut sejak awal 2000-an ketika menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, setelah melihat langsung dampak lingkungan di kawasan Danau Toba.

Baca Juga: BLT Rp200 Ribu/Bulan Berlanjut, Korban Bencana Sumatra Dapat Bantuan hingga Rp8 Juta

“Saya nolak TPL itu sebenarnya sejak saya lihat sendiri waktu saya memperindag. Waktu saya pergi ke Toba, ke gereja HKBP di PR aja saya lewat TPL, saya lihat wadah demo,” ujarnya. Luhut menuturkan, masyarakat menyampaikan keluhan mengenai pencemaran lingkungan. “Ini merusak lingkungan, Pak. Air keruh di Toba juga. Terus kemudian bau juga. Kemudian potongan kayu juga,” katanya.

Menurut Luhut, ia sempat mengusulkan penghentian operasional perusahaan tersebut kepada Presiden Abdurrahman Wahid. “Waktu jamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ. Jadi kita suspend saja, kita tutup saja,” ujarnya. Ia menyebut perusahaan sempat ditutup sementara sebelum kembali beroperasi karena kuatnya lobi.

Baca Juga: Diperiksa Polisi, Pelapor Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Klaim Rugi Rp3 Miliar

Baca Juga: Geledah Kantor DJP, Ini yang Dicari KPK

Selain menolak tudingan, Luhut mengimbau agar pernyataan publik disampaikan berbasis data. “Saya juga mengimbau, kita yang pejabat-pejabat tinggi jangan asal ngomong juga. Pakai data. Ada tidak datanya? Baru ngomong. Jangan asal nuduh, tidak elok itu,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: