Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Seharian Memerah, IHSG Hari Ini Ditutup Tumbang 7,35% ke Level 8.320

Seharian Memerah, IHSG Hari Ini Ditutup Tumbang 7,35% ke Level 8.320 Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tumbang 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Sepanjang hari ini, IHSG bergerak loyo bahkan sempat dibekukan sementara (trading halt) setelah anjlok 8% lebih pada perdagangan intraday siang tadi. 

Pergerakan saham pada akhir perdagangan hari ini terus didominasi tren negatif. Sebanyak 753 saham bergerak turun, hanya 37 saham bergerak naik dan 16 saham diam di tempat. 

Hingga sore ini, IHSG sudah memperdagangkan 60,83 miliar lembar saham dengan frekuensi 3.990.311 kali dan menghasilkan nilai transaksi Rp45,42 triliun. 

Baca Juga: IHSG Kena Trading Halt! Saham Konglo dan Bank Jumbo Berguguran

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menjadi saham terboncos dengan koreksi tajam 15% ke Rp595. Disusul PT Argo Pantes Tbk (ARGO) yang ambruk 15% ke Rp1.105 dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang jeblok 15% ke Rp1.445.

Adapun saham yang masih mencatatkan kenaikan tajam di tengah melemahnya indeks adalah PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) yang meroket 34,04% ke Rp252. Diikuti PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) yang melejit 24,8% ke Rp780 dan PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) yang menguat 24,74% ke Rp1.790.

Sementara itu, saham perbankan menjadi yang paling laris hari ini. Dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp7,31 triliun, kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp2,94 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp2,64 triliun. 

Baca Juga: IHSG Terjun 8% Karena MSCI, Danantara Janji akan Segera Beraksi

Untuk diketahui, pemicu utama tekanan pasar saham Indonesia hari ini berasal dari keputusan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang resmi melakukan pembekuan sementara terhadap sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia.

Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya perhatian investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham serta aspek investabilitas pasar domestik.

Sebelumnya, MSCI menyampaikan telah merampungkan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Meski Bursa Efek Indonesia telah melakukan sejumlah perbaikan minor, MSCI menilai upaya tersebut belum cukup untuk meredam kekhawatiran investor global.

Baca Juga: Airlangga Bantah IHSG Anjlok Imbas Isu Deputi Gubernur BI

Sebagai langkah mitigasi risiko, MSCI menerapkan interim freeze. Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham tercatat (Number of Shares/NOS).

Selain itu, tidak akan ada penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak diimplementasikan kenaikan kelas saham antarsegmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard

Tujuannya untuk membatasi risiko turnover indeks sekaligus menjaga aspek investability. Ke depan, jika tidak ada kemajuan signifikan, status aksesibilitas pasar Indonesia akan kembali ditinjau.

Kondisi ini berpotensi berujung pada penurunan bobot saham Indonesia di dalam indeks MSCI Emerging Markets, bahkan membuka peluang reklasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi Frontier Market.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: