Kredit Foto: BPPSDMP
Kegiatan pendampingan dan pembinaan yang dilakukan di YDBA sejalan dengan pendidikan yang diterima di Polbangtan karena kegiatan dilakukan dengan pendekatan langsung pada masyarakat.
"Sejalan dengan basis pendidikan sebagai penyuluh pertanian, kami telah terbiasa langsung menetapkan kepada petani, kini pada YDBA memiliki lingkup yang lebih luas yakni langsung diterapkan pada masyarakat (tidak hanya petani)," jelas Ayu.
Saat ini Ayu ditempatkan di daerah Tabalong, Kalimantan Selatan. Mayoritas mata pencaharian masyarakat Tabalong adalah sebagai penyadap karet dan penyadap pohon aren. Hal ini terjadi karena keadaan hutan yang sangat luas dan di dalamnya terdapat banyak pohon aren sehingga dimaanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan gula semut aren.
Pohon aren yang berada di Tabalong merupakan pohon aren liar tanpa dibudidayakan oleh masyarakat. Menurut ayu, "pohon aren di sini bukan pohon yang dibudidayakan secara sengaja oleh masyarakat sekitar, tetapi menurut warga biji aren tersebut dibawa ke tempat lain oleh musang sehingga dapat tumbuh liar di dalam hutan."
Selain program Sekung, Ayu juga membina UKM lain seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Ratu Zaleha yang mempoduksi sayur-sayuran serta mendirikan rumah makan dengan konsep sayuran yang diproduksi akan diolah dan dijual oleh rumah makan tersebut.
Tidak hanya itu, di sekitar rumah makan terdapat banyak kolam ikan yang juga dijadikan daya tarik untuk menarik minat konsumen sehingga ikan yang dipesan konsumen adalah hasil memancing yang dilakukan mereka sendiri. (NRT/LL)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti
Advertisement