Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sandiaga Uno Jadi Rebutan Partai Politik, PPP Tawari Jabatan Penting?

Sandiaga Uno Jadi Rebutan Partai Politik, PPP Tawari Jabatan Penting? Kredit Foto: Instagram @sandiuno
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengusaha nasional yang juga mantan calon wakil presiden Indonesia pandamping Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi rebutan dua partai politik. Sandi ditawarkan jabatan strategis bahkan ingin dijadikan kandidat ketua umum (ketum).

Dua partai tersebut yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Persatuan Indonesia. Untuk diketahui, Sandiaga Uno kini hanya menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra setelah dalam Kongres Luar Biasa pada 8 Agustus lalu, Gerindra kembali mengesahkan Prabowo Subianto menjadi Ketua Umum hingga 2025.

Beberapa waktu kemudian, Sandi melakukan pertemuan dengan Ketum PPP, Suharso Monoarfa. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi tak membenarkan nama Sandiaga menjadi pembicaraan di internal PPP.

Baca Juga: Gegara Ini, Sandiaga hingga Khofifah Bisa Terpental dari Bursa Caketum PPP

"Ya, hanya obrolan informal tidak serius. Kenapa kami sebut tidak cukup serius karena tidak dibarengi langkah-langkah politik konkret. Karena syarat menjadi Ketum itu harus minimal pernah satu periode di DPP atau DPW," ujarnya, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, Anggota DPR Fraksi Gerindra yang juga teman dekat Sandi, Kamrussamad mengamini ada pertemuan dengan Suharso. Namun, dia menampik Suharso menawarkan jabatan bergengsi di PPP kepada Sandi.

"Pertemuan itu silaturahmi dengan Pak Suharso sebagai senior HIPMI. Kami ngobrol santai saja tentang dampak Covid-19, dan saya ada di situ," kata Kamrussamad.

Sekjen PPP Arsul Sani membenarkan, ada pertemuan antara Suharso dan Sandi. Namun, dia menyebu itu hal yang wajar. Terlebih, keduanya masih berada di bawah payung keluarga besar yang sama di Gorontalo.

Sebelum bertemu Suharso, Sandi juga sempat menemui Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PPP yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono. Mereka berbincang di sebuah hotel dekat bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pada Agustus lalu.

Baca Juga: Tinggalkan Dolar, Indonesia dan Malaysia Sepakati Penggunaan Mata Uang Lokal

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: