Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kisah dr Tirta, dari Penjual Gorengan hingga Miliki Bisnis 47 Cabang

Kisah dr Tirta, dari Penjual Gorengan hingga Miliki Bisnis 47 Cabang Kredit Foto: Instagram/dr.tirta

Karena itulah dr Tirta berpikir, ia tak akan bisa apa-apa tanpa media karena media itu framing. Diawali pada tahun 2014, dr Tirta membuat event dan orang-orang pun datang hingga bisnis Shoes and Care milik dr Tirta pun viral.

Setelah itu, wartawan datang bertanya bagaimana cara kerjanya. dr Tirta diwawancara di rukonya yang merupakan bekas kandang burung dan ia bercerita bagaimana media senang mengangkat kisah dr Tirta karena ramai dibaca oleh pembaca.

Lewat itulah, dr Tirta mulai terkenal di koran, majalah, hingga tokoh besar. Sampai suatu hari, Gibran, anak Jokowi, menghubungi dr Tirta bertanya-tanya soal produk lokal. Gibran saat itu ingin membeli jaket untuk Jokowi dari produk lokal. Gibran pun mulai ikut andil dalam pergerakkan Local Pride.

Perjalanan dr Tirta mengantarkan brand lokal pun membawa hingga seterkenal sekarang. dr Tirta mengenalkan Gibran ke teman-temannya yang berbisnis brand lokal bahkan ada yang sampai ditelepon ajudan Jokowi untuk diantar langsung ke istana.

Hingga suatu hari, dr Tirta pun dipanggil Sandiaga Uno untuk membahas soal brand lokal. dr. Tirta langsung masuk ke dalam vlog Sandiaga Uno dan Sandiaga Uno juga beberapa kali bertanya soal baju dan sepatu apa yang seharusnya dipakai dari local brand tersebut.

Setelah itu, Sandiaga Uno pun tampil ke dalam acara Mata Najwa dan membuat dr Tirta langsung dihubungi Najwa Shihab. Hal itu membuat geliat produk lokal semakin digemari masyarakat. Sepatu brand lokal Compass pun viral hingga brand lokal fesyen TAKA. Mulai dari situlah, dr Tirta semakin dikenal dan diliput media.

Rico Huang mengatakan bahwa tangan dr Tirta dari berjualan gorengan membawa berkah bagi banyak brand lokal.

dr Tirta pun mengatakan untuk mendapat restu orang tua dalam berbisnis itu baru bisa ia dapatkan pada tahun 2015. Meski ia seorang dokter, dr Tirta tidak ingin membuka praktek. Sementara saat itu, orang tua dr Tirta menginginkan agar anaknya mengambil spesialis. Ditambah lagi, bisnis-bisnis dr Tirta tidak ada hubungan dengan profesinya.

Meski orang tuanya sempat marah, tetapi restu orang tuanya pun semakin mengalir, terlebih saat dr Tirta berhasil bertemu Presiden Jokowi.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Fajria Anindya Utami

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: