Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan menunda sementara proses rating Indonesia Game Rating System (IGRS), demi memastikan sistem yang lebih kredibel, transparan, dan dapat dipercaya oleh publik maupun industri, di tengah proses investigasi menyeluruh yang sedang berlangsung.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana mengatakan, langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi besar terhadap implementasi IGRS, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelola organisasi dan sumber daya manusia.
Sejak awal munculnya isu Steam, tim khusus telah dibentuk untuk menelusuri seluruh aspek secara komprehensif.
Selama proses berjalan, Komdigi juga membuka ruang diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi industri gim dan masyarakat.
Masukan dari berbagai pihak dinilai krusial, agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga relevan dan aplikatif di lapangan.
Sonny menegaskan, IGRS sejak awal dibangun untuk kepentingan publik, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak, serta menghadirkan kepastian bagi pelaku industri game di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement