Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pramono Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu, 'Jangan Coba-Coba'

Pramono Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu, 'Jangan Coba-Coba' Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama masyarakat menggelar aksi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi, Jumat (17/4).

Langkah tegas ini diambil untuk menekan populasi spesies invasif tersebut yang kini kian mendominasi dan mengancam ekosistem perairan ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turun langsung dalam kegiatan di RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, menegaskan urgensi dari aksi massal ini.

"Hari ini kita berada di Jakarta Utara. Pelaksanaan serentak di lima kota ini dilakukan karena ikan sapu-sapu diketahui telah sangat mendominasi perairan yang ada di Jakarta, terutama sungai dan juga selokan," ujar Pramono di sela-sela kegiatan.

Berdasarkan hasil kajian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), populasi ikan sapu-sapu diperkirakan telah menguasai lebih dari 60 persen perairan Jakarta.

Daya tahan tubuh dan tingkat reproduksinya yang sangat tinggi membuat spesies ini mampu berbiak pesat meski di lingkungan dengan kondisi terbatas.

Ironisnya, dominasi ini membawa dampak destruktif, Pemprov DKI mencatat keberadaan ikan sapu-sapu membahayakan spesies ikan lokal, merusak habitat alami, dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Tidak hanya itu, spesies ini juga kerap memicu kerusakan fisik pada infrastruktur bantaran atau turap pinggir sungai akibat kebiasaannya yang suka menggali lubang di dasar dan dinding sungai.

Di samping ancaman ekologi, Pramono juga mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak coba-coba mengonsumsi ikan hasil tangkapan tersebut. Tingkat pencemaran di habitatnya membuat daging ikan sapu-sapu di Jakarta sarat akan zat beracun.

"Ikan ini rata-rata memiliki kadar residu zat berbahaya di atas 0,3. Itu berbahaya sekali. Kalau sampai dikonsumsi, dampaknya akan sangat buruk bagi kesehatan," tegasnya.

Dari aksi penangkapan serentak hari ini, Pramono memperkirakan total tangkapan hama perairan tersebut dapat melampaui 200 kilogram.

Mengingat besarnya dampak negatif yang ditimbulkan, ia memastikan bahwa perburuan ikan sapu-sapu ini akan dijadikan agenda berkelanjutan guna merawat kelestarian sungai di Jakarta.

"Kegiatan ini pasti akan dilakukan secara rutin dan skalanya diperluas. Karena tidak cukup hanya lewat kegiatan yang bersifat seremonial seperti ini saja," pungkas Pramono.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement