Alhamdulillah, Turki Buka Lagi 10 Sekolah Khusus Perempuan di Afghanistan

Alhamdulillah, Turki Buka Lagi 10 Sekolah Khusus Perempuan di Afghanistan Kredit Foto: Reuters/Francois Lenoir

Turki telah membuka kembali sepuluh sekolah khusus perempuan di Afghanistan. Pembukaan kembali sekolah tersebut merupakan bagian dari pembicaraan Turki dengan Taliban untuk meningkatkan kesempatan pendidikan bagi perempuan.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengumumkan, sepuluh dari 14 sekolah khusus perempuan yang dijalankan oleh Maarif Foundation telah dibuka kembali. Maarif Foundation adalah sebuah organisasi yang didanai negara Turki, yang bertugas mengelola 80 sekolah di Afghanistan.

 Baca Juga: Pemimpin Taliban Baca Situasi Kepemimpinannya di Afghanistan Disusupi

Cavusoglu mengadakan pembicaraan dengan delegasi Taliban pada bulan lalu. Delegasi itu dipimpin Menteri Luar Negeri sementara Afghanistan Amir Khan Muttaqi.

Dalam pertemuan tersebut, Cavusoglu mendorong Taliban untuk membentuk pemerintahan inklusif dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi perempuan.

"Tentu saja saran kami (kepada Taliban) tidak cukup. Itu sebabnya sepuluh dari 14 sekolah yang dikelola oleh Yayasan Maarif telah dibuka kembali," kata Cavusoglu, dilansir Middle East Monitor, Minggu (7/11/2021).

Sebagai bagian dari hubungan yang berkelanjutan, Turki telah memberikan beasiswa kepada seorang gadis Afghanistan yang lulus ujian masuk universitas nasional dengan peringkat teratas di Afghanistan.

Gadis Afghanistan itu Selgey Ismail. Cavusoglu mengatakan, Ismail akan menerima beasiswa dan belajar di fakultas kedokteran di Turki.

"Selgey Ismail akan belajar di sekolah kedokteran di Turki dengan beasiswa negara Turki. Kami sudah memperoleh paspor dirinya dari Taliban," kata Cavusoglu.

Awal pekan ini, organisasi kemanusiaan Turki telah mendistribusikan bantuan makanan kepada lebih dari 1.200 keluarga di Afghanistan. Organisasi tersebut akan mengirim bantuan makanan untuk 4.000 keluarga lainnya pada pekan depan. 

Sejauh ini, Turki tetap menjadi satu-satunya negara anggota NATO yang melanjutkan kehadiran diplomatiknya di Afghanistan. Turki telah mengadakan sejumlah pembicaraan dengan kepemimpinan Taliban.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini