Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jumlah Wisatawan Turki Naik di Tengah Tensi Tinggi Geopolitik

Jumlah Wisatawan Turki Naik di Tengah Tensi Tinggi Geopolitik Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Turki mencatat pertumbuhan positif sektor pariwisata pada kuartal I-2026 di tengah ketidakpastian global dan dinamika geopolitik. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy menyampaikan, jumlah wisatawan internasional yang berkunjung ke negara tersebut mencapai 9,2 juta orang pada tiga bulan pertama 2026, naik 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam periode yang sama, pendapatan pariwisata Turki tercatat sebesar 9,896 miliar dolar AS atau meningkat 4,2% secara tahunan. Capaian ini menunjukkan ketahanan sektor pariwisata Turki di tengah tekanan global yang masih membayangi pergerakan perjalanan internasional.

Mehmet Nuri Ersoy mengatakan ketegangan regional, perkembangan geopolitik, dampak konflik, serta fluktuasi mobilitas global menjadi faktor utama yang memengaruhi sektor pariwisata. Meski demikian, menurut dia, kemampuan mengelola situasi menjadi faktor penentu dalam menjaga kinerja industri.

Ia menegaskan bahwa Turki telah menghadapi tantangan serupa pada tahun sebelumnya dan tetap mampu menutup 2025 dengan capaian kuat, yakni 64 juta pengunjung dan pendapatan pariwisata sebesar 65,2 miliar dolar AS.

“Kita sedang melalui periode yang sangat sensitif dalam skala global. Ketegangan regional, perkembangan geopolitik, dampak negatif dari konflik, serta fluktuasi yang terjadi dalam pergerakan perjalanan internasional merupakan faktor utama yang secara langsung memengaruhi sektor pariwisata,” ujar Ersoy.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa Turki tidak hanya memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata global, tetapi juga kapasitas tinggi dalam manajemen krisis. Ia menambahkan, pemerintah terus memantau tren reservasi, pembatalan, perubahan rencana perjalanan, serta perilaku konsumen untuk merespons dinamika pasar secara cepat dan spesifik.

Selain ditopang kunjungan wisatawan, Turki juga memperkuat daya tarik pariwisatanya melalui berbagai agenda internasional, khususnya di Istanbul. Kota tersebut disebut tengah menjadi tuan rumah sekaligus mempersiapkan sejumlah ajang olahraga dan budaya global yang dinilai berperan penting dalam memperkuat posisi Turki sebagai destinasi wisata internasional.

Ersoy mengatakan Istanbul akan kembali masuk kalender Formula 1 melalui Grand Prix Turki mulai 2027. Selain itu, final UEFA Europa League juga akan digelar di Istanbul pada 20 Mei.

Baca Juga: Belitung-Singapura Tersambung Lagi, Wisata dan Devisa Mengalir Deras

Ia menambahkan, stadion dan gedung konser di Istanbul juga menjadi tuan rumah pertunjukan bintang internasional yang menarik puluhan ribu pengunjung dari Eropa, Rusia, Timur Tengah, dan Asia. Menurutnya, agenda internasional tersebut bukan sekadar kegiatan seni dan olahraga, melainkan bagian dari penguatan posisi pariwisata global Turki.

Dari sisi belanja wisatawan, Turki juga mencatat peningkatan rata-rata pengeluaran per malam per wisatawan menjadi 102 dolar AS pada kuartal I-2026, naik 2,8%. Angka ini meningkat dibandingkan 99 dolar AS pada 2025 dan jauh di atas posisi 68 dolar AS pada 2017.

Pada kuartal I-2026, Jerman menjadi pasar wisata terbesar bagi Turki dengan 678.000 wisatawan, diikuti Federasi Rusia sebanyak 651.000 wisatawan, serta Bulgaria sebanyak 539.000 wisatawan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: