Puan Hujan-hujanan Tanam Padi Penuh Hujatan, Ruhut: Yang Nyindir Stres Mendekati Pesong!

Puan Hujan-hujanan Tanam Padi Penuh Hujatan, Ruhut: Yang Nyindir Stres Mendekati Pesong! Kredit Foto: Instagram/Ruhut Sitompul

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul menyebut mereka yang meledek Ketua DPR RI Puan Maharani itu barisan sakit hati.

Ia juga menilai, pihak yang menyindir Puan Maharani juga selalu berpikir negatif.

"Yang menyindir Mba Puan Maharani Ketua DPR RI menanam padi Barisan Sakit Hati. Kadrun-kadrun yang stresss mendekati pesong selalu berpikir negatif," tulis Ruhut dari Twitter @ruhutsitompul yang dikutip pada Senin (15/11/2021).

Baca Juga: PDIP Bakal Usung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, jika Ada Parpol Usung Anies Baswedan

Ruhut bahkan meminta untuk menghormati pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang berpikir positif.

"Apa yang dilakukan mbak Puan menunjukkan bagaimana ideologi bekerja dalam praktik politik turun ke bawah, termasuk menyatu bersama petani sebagai salah satu representasi rakyat Indonesia," ujar Hasto.

Adapun diketahui, Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani di Sendangmulo, Sleman.

Pada kunjungan tersebut, Puan turun ke sawah untuk menanam padi bersama sejumlah petani meski hujan deras, Puan terlihat bersemangat sembari berdialog terkait kendala-kendala yang dihadapi petani.

"Saya ingin mengetahui apa saja kebutuhan dan permasalahan yang ada disini terkait petani. Bagaimana menanam padi, panennya dan sesudah panen itu dijual atau dibeli ke mana. Itu yang jadi perhatian saya," ucap Puan.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di Populis Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini