Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kementerian ESDM Bilang Bahan Bakar Nabati Sumbang 23 Persen Energi Baru Terbarukan

Kementerian ESDM Bilang Bahan Bakar Nabati Sumbang 23 Persen Energi Baru Terbarukan Kredit Foto: (Foto : Boldsky)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ditargetkan pemerintah pada 2025 bersumber dari bahan bakar nabati (BBN). Andriyah Feby Misnah, Direktur Bioenergi, Direktur Jenderal EBT dan Konservasi Energi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) mengatakan pada Selasa (16/11/2021).

"Pemerintah menargetkan bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025 yang setara dengan 92,2 miliontonnens of oil equivalent (MTOE), seperempatnya dicanangkan dari BBN," katanya dalam webinar dengan tema "Pangan vs Energi: Menelaah Kebijakan BBN di Indonesia", di Jakarta.

Baca Juga: Pemerintah Diharap Menyusun Kerangka Jalan Bahan Bakar Nabati demi Capai Komitmen Iklim

Saat ini, menurut Andriyah, BBN masih dominan berbasis minyak sawit atau biodiesel sawit. Meski demikian, Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan sumber EBT yang melimpah meliputi energi surya, air, angin, termasuk BBN.

Ia melanjutkan, perlu ada peta jalan (roadmap) pengembangan BBN dalam pemenuhan bauran energi demi menggali potensi BBN, sekaligus penurunan emisi gas karbondioksida di Indonesia. Hal ini dinilai penting, mengingat dalam 20 tahun terakhir pertumbuhan penggunaan BBN dunia meningkat 10 kali lipat.

Adapun program BBN ini akan berdampak pada tiga hal yakni ketahanan dan kedaulatan energi, pengentasan kemiskinan, termasuk menyangkut lingkungan hidup. 

Di Asia Pasifik, produksi biodiesel cukup besar didukung oleh produksi CPO Indonesia. Puncaknya tercatat pada 2006 ketika Indonesia tercatat sebagai penghasil sawit terbesar di dunia.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Syahrianto
Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel: