Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pakuwon Jati Milik Alexander Tedja Kantongi Laba Bersih Rp721 Miliar pada Kuartal Ketiga

Pakuwon Jati Milik Alexander Tedja Kantongi Laba Bersih Rp721 Miliar pada Kuartal Ketiga Kredit Foto: Indonesiatatler.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan kenaikan laba bersih senilai Rp721,97 miliar pada kuartal ketiga tahun 2021. Nilai tersebut tumbuh 20,19% dari laba kuartal ketiga 2020 lalu yang sebesar Rp600,69 miliar. 

Merujuk ke laporan keuangan perusahaan, capaian laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan Pakuwon yang tumbuh positif. Secara tahunan, pendapatan Pakuwon naik 24,26% dari Rp3,05 triliun per September 2020 menjadi Rp3,79 triliun per September 2021. Perusahaan real estate milik konglomerat Alexander Tedja ini mengantongi pendapatan sewa ruangan senilai Rp644,79 miliar pada Q3 2021, lebih kecil dari Q3 2020 lalu yang mencapai Rp750,04 miliar. Baca Juga: Ganyang Dolar AS! Nilai Tukar Rupiah Tumbangkan Banyak Mata Uang Dunia!

Pada periode yang sama, pendapatan apartemen servis mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp33,01 miliar menjadi Rp37 miliar. Kemudian, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang di antaranya dari jasa pemeliharaan, penjualan kondiminium dan kantor, pendapatan hotel, hingga penjualan tanah dan bangunan secara keseluruhan menyumbang pendapatan senilai Rp3,11 triliun pada kuartal ketiga 2021, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,26 triliun. Baca Juga: Punya Bisnis Hotel Mewah hingga Real Estate, Pakuan Habiskan Ratusan Miliar Rupiah Buat Akuisisi....

Selain karena pendapatan yang meningkat, pada kuartal pertama 2021 ini Pakuwon membalikkan kerugian bersih entitas asosiasi yang mencapai Rp7,59 miliar pada Q320 menjadi keuntungan senilai Rp8,74 miliar pada Q321. Namun, Pakuwon Jati mencatatkan penalti atas penebusan utang obligasi senilai Rp99,44 miliar untuk periode yang berakhir pada September 2021.

Total aset Pakuwon Jati mengalami kenaikan dari Rp26,46 triliun pada akhir Desember 2020 menjadi Rp28,68 triliun pada akhir September 2021. Total liabilitas tercatat naik dari Rp8,86 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp10,27 triliun pada September 2021. Begitu puka dengan jumlah ekuitas yang naik dari sebelumnya Rp17,59 triliun menjadi Rp18,40 triliun.

Baca Juga: Gandeng Pemkab Bogor, Bank Bjb Perluas Layanan Perbankan Bagi Pemerintah Daerah

Baca Juga: Lihat Anies Pakai Private Jet, Ferdinand Hutahean: Dia Salah Satu Oligarki Migas?

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: