Tegas! Prancis Tolak Hegemoni di Kawasan Indo-Pasifik karena China...

Tegas! Prancis Tolak Hegemoni di Kawasan Indo-Pasifik karena China... Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Prancis menegaskan mendukung keamanan kawasan Indo-Pasifik. Negeri di bawah pimpinan Presiden Emmanuel Macron itu menyatakan siap bekerja sama, baik ekonomi maupun militer dalam merealisasikan dukungan tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian mengunjungi Indonesia pada 23-24 November 2021. Ini merupakan Kunjungan Le Drian yang pertama ke Asia Tenggara saat pandemi Covid-19. Misi kunjungannya untuk meningkatkan kerja sama keamanan, kemaritiman, sektor kesehatan dan digital.

Baca Juga: Terima Kunjungan Menlu Prancis, Jokowi Sampaikan Lima Poin Ini

Le Drian menyampaikan, Prancis ingin menjadi perantara antara negara-negara di wilayah Indo Pasifik dan Eropa ke depannya. Visi Prancis terhadap Indo-Pasifik juga menjadi sorotan oleh Le Drian.

“Jantung dari komitmen ini adalah visi kami untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka berdasarkan aturan hukum dan menghormati kedaulatan setiap negara, multilateralisme, dan menolak adanya hegemoni,” kata Le Drian, dalam jumpa pers virtual bersama Menlu Retno Marsudi di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin.

La Drian memastikan, Prancis akan hadir di Indo Pasifik, baik dari segi bisnis dan personel militer. Hal itu juga ia tegaskan saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Selasa (23/11).

Dia mengungkapkan, ada dua juta warga Prancis di luar negeri. Prancis juga memiliki zona ekonomi di Samudera Hindia dan Pasifik. Serta, sekitar 7.000 personel militer di kawasan ini. Tahun depan, Prancis akan memegang presidensi Uni Eropa Visi terhadap Indo Pasifik ini akan menjadi salah satu topik utama.

“Kawasan Indo-Pasifik akan menjadi prioritas Prancis ketika menjadi presiden Uni Eropa tahun depan,” tegasnya.

Drian mengatakan, bahwa kerja sama strategis adalah salah satu prioritasnya untuk kepresidenan blok Uni Eropa (UE).

Kunjungan Le Drien ke Indonesia dilakukan saat Prancis berupaya meningkatkan hubungannya dengan Asia, menyusul batalnya kesepakatan strategis dengan Australia pada September 2021.

“Inti dari komitmen ini adalah visi kami tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, berdasarkan aturan hukum, dan menghormati kedaulatan setiap negara,” katanya.

Le Drian juga menyampaikan, Prancis setuju untuk melakukan investasi senilai 500 juta euro (767,47 juta dolar AS) dalam proyek transisi energi di negara Asia Tenggara.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini