Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pertama di Indonesia, Eka Hospital Hadirkan Teknologi Jetstream Kaki Diabetes, Bisa Hindari Amputasi

Pertama di Indonesia, Eka Hospital Hadirkan Teknologi Jetstream Kaki Diabetes, Bisa Hindari Amputasi Kredit Foto: Alfi Dinilhaq
Warta Ekonomi, Tangerang Selatan -

Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Eka Hospital menghadirkan layanan terbaru yaitu Pusat Layanan Kaki Diabetes yang merupakan pelayanan lanjutan dari Pusat Diabetes Eka Hospital yang bernama Diabetes Connection Care. Acara ini terasa sangat spesial karena diselenggarakan di ruang tunggu pasien Eka Hospital BSD, yang disulap menjadi sebuah pameran seni.

Peringatan Hari Diabetes Sedunia 2021 mengusung tema Access to Diabetes Care yang bertujuan membangun kesadaran pasien diabetes untuk mendapatkan akses perawatan diabetes yang bersifat komprehensif baik dari segi edukasi pencegahan untuk individu yang berisiko tinggi, penanganan diabetes yang efektif hingga pencegahan komplikasi lanjutan seperti amputasi pada kaki pasien diabetes.

Baca Juga: Nggak Nyangka! Cocok Cegah Diabetes, Ternyata Biji Buah Ini Mampu Menurunkan Lonjakan Gula Darah

Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo selaku Chairman of Diabetes Connection Care Eka Hospital dan dokter spesialis konsultan diabetes endokrinologi, memaparkan bahwa penanganan komplikasi diabetes salah satunya adalah menangani kaki diabetes.

“Penanganan kaki pada pasien diabetes sangat memerlukan perhatian karena masalah ini paling sering terjadi dan rata-rata yang datang berobat sudah terlambat. Kita harus bisa mencegah hal ini agar tidak sampai terjadi amputasi pada tungkai kaki yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien”, ungkapnya dalam acara Mini Health Talk Penanganan Kaki Diabetes.

Menurut Dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD – KEMD, PhD, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Diabetes Endokrinologi Eka Hospital BSD, banyak faktor penyebab penyakit kaki diabetes, faktor terbesarnya adalah gula darah yang tidak terkontrol, namun yang tidak kalah penting adalah faktor pembuluh darah arteri yang sering terjadi pada pasien diabetes atau biasanya disebut penyakit pembuluh darah tepi.

Hal ini disebabkan akibat kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes menahun yang tidak terkontrol sehingga terjadi kekurangan pasokan darah atau tidak ada pasokan darah sampai ke ujung kaki, oleh sebab itu kaki pasien diabetes sering mengalami kematian jaringan atau gangren yang dapat menyebabkan amputasi kaki. 

Deteksi dini menjadi salah satu kunci pencegahan agar tidak ada amputasi pada pasien kaki diabetes. Begitu ada luka sekecil apapun di kaki sebaiknya pasien diabetes segera memeriksakannya ke dokter. “Luka pada kaki pasien diabetes harus dianggap serius, sampai dibuktikan tidak serius oleh dokter, jangan anggap remeh. Banyak kasus yang  terjadi pasien dengan kaki diabetes sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena infeksinya sudah berat," katanya menegaskan.

Sementara itu, dr. Febiansyah Kartadinata Rachim, Sp.B, Subsp.  BVE (K), Dokter Konsultan Bedah Vaskular Eka Hospital BSD yang baru saja berhasil menggunakan teknologi terbaru di dunia dan pertama di Indonesia bernama Jetstream, menambahkan terkait gangguan pembuluh darah pada pasien diabetes atau biasa disebut penyakit arteri perifer (PAP) adalah sumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri yang menyebabkan berkurangnya aliran darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke organ tersebut. Sumbatan ini terjadi pada pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh, umumnya terjadi pada tungkai kaki, terutama tungkai kaki bawah.

Jika tungkai kaki tidak mendapatkan aliran pembuluh darah yang cukup, maka pasien akan merasakan nyeri saat beraktivitas hingga rasa nyeri akan terasa walaupun saat sedang beristirahat, pada kasus kaki diabetes yang sudah berat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel: