Dudung Abdurachman Tausiyah di Masjid, Langsung Kena ‘Semprot’ Nicho Silalahi: Tugas Bapak Itu…

Dudung Abdurachman Tausiyah di Masjid, Langsung Kena ‘Semprot’ Nicho Silalahi: Tugas Bapak Itu… Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Nama Dudung Abdurachman tak henti-hentinya buat heboh negeri ini. Terlepas prestasinya menjadi seorang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang menggantikan Andika Perkasa yang resmi diangkat menjadi Panglima TNI, ucapan ataupun sikap Dudung sangat sulit untuk tidak jadi sorotan.

Beberapa waktu belakangan ini KSAD Dudung kerap mendapat sorotan terutama setelah dirinya dengan tegas menurunkan baliho, spanduk, atau sejenis yang berisi narasi tentang Eks Petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.

Kemudian ucapan Dudung di Podcast Deddy Corbuzier belum lama ini yang menyatakan berdoa dengan bahasa Indonesia karena Tuhan bukan orang Arab.

Baca Juga: Dudung Abdurachman Sebut Tuhan Bukan Orang Arab, Imam Shamsi Ali Bersuara: Bapak Jenderal...

Kini dirinya menjadi sorotan karena memberikan tausiyah di masjid. Dudung diketahui memberikan tausiyah dalam rangkaian kegiatan kuliah subuh di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Provinsi Papua, belum lama ini.

Sontak hal ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, Nicho Silalahi seorang aktivis dan juga yang pegiat di media sosial tak ketinggalan memberikan komentarnya terkait kegiatan tausiyah kuliah subuh yang Dudung lakukan.

Dirinya mengganggap bahwa apa yang Dudung lakukan (tausiyah) di Masjid bukanlah kapasitas dia sebagai seorang petinggi TNI.

"Bapak jangan terlalu sibuk ngurusin agama dan keyakinan orang, tugas bapak itu menjaga dan melindungi Ibu Pertiwi dari pihak luar dan dalam yang menggunakan senjata," cuit Nicho dalam akun Twitter pribadi sebagaimana dikutip di Jakarta, Senin (6/12/21).

Baca Juga: Peringatan dari Anwar Abbas MUI Ke Jenderal Dudung: Mumpung Apinya Masih Kecil....

Sebenarnya bukan hanya karena Dudung yang menyampaikan tausiyah, tetapi muatan materi yang Dudung sampaikan. Dudung menyebut bahwa jangan terlalu dalam mempelajari agama.

"Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama," ujar Dudung sebagaimana dikutip dari akun Youtube resmi TNI AD, Minggu (5/12/21).

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini