Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bersinergi dengan Pemda Jatim, SMF Wujudkan Hunian Layak dan Terjangkau bagi MBR

Bersinergi dengan Pemda Jatim, SMF Wujudkan Hunian Layak dan Terjangkau bagi MBR Kredit Foto: SMF
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalin sinergi dengan Pemerintah Daerah di Jawa Timur untuk mendorong peningkatan aksesibilitas pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan berpenghasilan tidak tetap yang terintegrasi di tiga kabupaten di Jawa Timur, yaitu Jombang, Tulungagung, dan Sidoarjo.

Direktur SMF Heliantopo mengungkapkan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen SMF untuk terlibat aktif dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya di sektor perumahan.

Baca Juga: Keberhasilan Program SMF Wujudkan Ketahanan Pangan Masyarakat Perkotaan Menghadapi Dampak Pandemi

"Program sinergi pemberian fasilitas pemilikan rumah ini merupakan bentuk nyata keberpihakan SMF kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kecil di daerah yang membutuhkan dan belum terfasilitasi untuk dapat memperoleh haknya dalam mendapatkan hunian yang layak," kata Heliantopo dalam keterangan tertulis, Senin (13/12/2021).

Dalam kerja sama ini, SMF akan memberikan dukungan untuk program perumahan dan pemukiman atas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), program kepemilikan tanah dan renovasi rumah tidak layak huni (incremental housing) bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap, program pembangunan rumah di atas lahan sendiri, pertukaran data dan informasi terkait rencana kerja sama bidang perumahan dan pemukiman, serta dukungan pemda dalam pertumbuhan perumahan dan pemukiman di Kabupaten Tulungagung, Jombang, dan Sidoarjo.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait Program Perumahan Pemukiman bagi masyarakat di masing-masing kabupaten. MoU ditandatangani oleh Direktur SMF-Heliantopo, Bupati Jombang-Mundjidah Wahab, Bupati Tulungagung-Maryoto Birowo, Bupati Sidoarjo-Ahmad Muhdlor Ali-yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kab. Sidoarjo-Achmad Zaini, Direktur Utama BPR Jombang-Afandi Nugroho, Direktur Utama BPR Tulungagung-Suhermin, dan Direktur Utama BPR Delta Artha Sidoarjo-Sofia Nurkrisnajati Atmaja-pada Senin (13/12) di Surabaya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menuturkan bahwa Sidoarjo membutuhkan tingkat hunian yang tinggi lantaran memiliki karakteristik sebagai daerah industri dan tujuan urbanisasi. Di samping itu, masyarakat yang masih di bawah garis kemiskinan dan (MBR) serta non-fixed income juga membutuhkan hunian tetap atau rumah layak huni.

"Sering kali MBR dan Non Fix Income ini tidak lolos analisa bank, maka dari itu pemerintah harus memiliki solusi pengaturan bantuan, kemudahan-kemudahan pembiayaan perumahan yang diberikan oleh pemerintah dalam bentuk KPR bersubsidi yang disalurkan melalui bank pelaksana," ungkapnya.

Mengingat kondisi itu, Ahmad Muhdlor Ali menyambut baik adanya sinergi ini, khususnya untuk mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau serta mengurangi backlog perumahan sekaligus peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengungkapkan rasa syukur serta dukungan penuh kepada SMF yang untuk bersinergi dengan BPR Bank Tulungagung dan Pemkab Tulungagung.

"Sinergi ini merupakan salah satu strategi kami untuk mengurangi backlog perumahan sekaligus peningkatan rumah tidak layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Tulungagung. Oleh karenanya, kerja sama ini menjadi sangat penting demi mewujudkan mayarakat Tulungagung untuk mendapatkan tempat tinggal dan lingkungan yang layak," ucap Marwoto.

Senada dengan itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab juga mengungkapkan dukungan serta penghargaan kepada SMF atas kesediannya untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jombang.

"Ini merupakan bentuk perwujudan peran pemerintah untuk pemerataan pembangunan dalam hal penyediaan perumahan untuk rakyat. Di Jombang, jumlah masyarakat yang belum memiliki hunian yang layak masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik kerja sama ini. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah khususnya di Kabupaten Jombang," terangnya.

Melalui sinergi ini, Heliantopo berharap dapat memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat, khususnya di tengah kondisi pandemi ini. Diharapkan masyarakat dapat terbantu sehingga dapat kembali bangkit, bergerak, dan berikhtiar untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomiannya, yang pada gilirannya nanti juga dapat ikut mendukung PEN.

"Kami optimis sinergi ini dapat memberikan kontribusi kepada percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional serta mendorong peningkatan akses pemilikan hunian yang layak dan terjangkau khususnya di berbagai daerah di Indonesia," tutup Heliantopo.

Baca Juga: Said Didu Tegaskan Ada 10 Agenda yang Harus Dilakukan Anies Baswedan Jika Terpilih Jadi Presiden 2024

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: