Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos SMF Ungkap Investasi Rp1 Triliun di Perumahan Bisa Dongkrak PDB Rp1,9 Triliun

Bos SMF Ungkap Investasi Rp1 Triliun di Perumahan Bisa Dongkrak PDB Rp1,9 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Surakarta -

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyatakan sektor perumahan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini didorong oleh efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, mengungkapkan sektor perumahan memiliki multiplier effect sebesar 1,86 kali. Artinya, setiap investasi Rp1 triliun di sektor ini mampu menghasilkan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp1,9 triliun.

“Sektor perumahan berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda yang signifikan sebesar 1,86 kali. Setiap investasi Rp1 triliun dapat menghasilkan PDB hingga Rp1,9 triliun,” kata Ananta di Surakarta, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: SMF Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Tunggu Arahan PKP

Ia menambahkan, sejak 2018 SMF telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp34 triliun untuk mendukung pembangunan kurang lebih 904 ribu unit rumah.

“Sejak 2018 hingga sekarang, kami telah menyalurkan pembiayaan kurang lebih Rp34 triliun untuk sekitar 904 ribu unit rumah,” ujarnya.

Ananta menjelaskan, kontribusi SMF merupakan bagian dari dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang dijalankan pemerintah. Dukungan tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan kawasan kumuh, tetapi juga mencakup berbagai segmen perumahan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Menurutnya, porsi pembiayaan SMF dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai sekitar 25% dari total pembiayaan nasional. Sementara itu, 75% sisanya berasal dari pemerintah melalui Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Baca Juga: SMF Salurkan Rp34 Triliun untuk Biayai 904 Ribu Unit Rumah

Pada 2025, SMF memperoleh tambahan modal (capital injection) sebesar Rp6,68 triliun dan telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp8 triliun hingga Rp9 triliun. Untuk mengejar target penyaluran, perseroan berencana menerbitkan surat utang tambahan.

Adapun target penyaluran FLPP pada 2025 ditetapkan sebanyak 350 ribu unit rumah. Namun, realisasi penyaluran berada di kisaran 280 ribu hingga 290 ribu unit atau sekitar 80% dari target.

“Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang penyaluran FLPP. Sebelumnya, penyerapan tertinggi hanya sekitar 220 ribu unit. Pada 2025 bisa mencapai 280 hingga 290 ribu unit rumah,” jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: