Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SMF Salurkan Rp34 Triliun untuk Biayai 904 Ribu Unit Rumah

SMF Salurkan Rp34 Triliun untuk Biayai 904 Ribu Unit Rumah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melaporkan telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 904 ribu unit rumah sejak 2018 dengan total nilai mencapai sekitar Rp34 triliun.

“Sejak 2018 hingga sekarang, kami telah menyalurkan pembiayaan kurang lebih Rp34 triliun untuk sekitar 904 ribu unit rumah,” ujar Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).

Ananta menjelaskan, kontribusi SMF menjadi bagian dari program pembangunan tiga juta rumah yang dijalankan pemerintah. Dukungan tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan kawasan kumuh, tetapi juga mencakup berbagai segmen perumahan, terutama melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Baca Juga: OJK Catat Pembiayaan Industri Pergadaian Tembus Rp130 Triliun Tumbuh 48%

Menurutnya, peran SMF dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai sekitar 25% dari total pembiayaan nasional. Sementara itu, 75% sisanya berasal dari pemerintah melalui Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

“Sebanyak 75% dari pemerintah melalui Tapera, dan 25% melalui SMF. Dana tersebut sudah kami sediakan,” tambahnya.

Baca Juga: OJK Optimistis Industri Pembiayaan Tumbuh 8% di 2026

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2025 SMF memperoleh tambahan modal (capital injection) sebesar Rp6,68 triliun dan telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp8 triliun hingga Rp9 triliun. Untuk mengejar target penyaluran, perseroan berencana menerbitkan surat utang tambahan.

Adapun target penyaluran FLPP pada 2025 ditetapkan sebanyak 350 ribu unit rumah. Namun realisasi penyaluran berada di kisaran 280 ribu hingga 290 ribu unit atau sekitar 80% dari target.

“Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang penyaluran FLPP. Sebelumnya, penyerapan tertinggi hanya sekitar 220 ribu unit. Tahun 2025 bisa mencapai 280 hingga 290 ribu unit rumah,” jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: