Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ya Ampun... Parah Banget! Pengamat Blak-blakan Cara Pengkritik 'Menjatuhkan' Anies Baswedan

Ya Ampun... Parah Banget! Pengamat Blak-blakan Cara Pengkritik 'Menjatuhkan' Anies Baswedan Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah manuver pengkritik jegal Anies Baswedan terbongkar. Isinya ternyata dasyat dan bikin kaget. 

Pengamat politik Tony Rosyid membeberkan empat manuver yang dilakukan para pengkritik berusaha menjegal Gubernur DKI Jakarta maju Pilpres 2024.

Diketahui, Anies dirumorkan bakalan maju di Pilpres 2024.Sebab, elektabilitas dan popularitas Anies juga terjaga berdasarkan hasil beberapa lembaga survei.

Tony mengatakan, ada empst pola yang dimainkan para pengkritik untuk menjegal Anies.

"Pertama, jegal semua program dan kebijakan yang potensial membesarkan nama Anies, seperti formula E," katanya kepada GenPI.co, Rabu (29/12).

Baca Juga: Nggak Masalah Giring "Nyanyi" Terus, Toh Anies Baswedan Juga yang Dapat Untung!

Dia mengatakan, sangat seksi jika Formula E bisa dibatalkan.

"Jika dibatalkannya ajang balap Formula E, Anies akan otomatis tertuduh sebagai pihak yang menghilangkan uang negara berupa komitmen fee," katanya.

Menurutnya, manuver kedua, Anies harus selalu diopinikan gagal dan salah. Hal itu dilihat dengan kritikan Anies tidak boleh sukses dan benar di mata publik. 

"Apapun hasil kerja Anies, harus ada narasi kontra. Apa pun prestasi dan penghargaan yang diterima Anies harus delegitimasi," ujarnya.

Tony mengatakan, manuver ketiga, pengkritik yang punya akses hukum akan menggunakan itu untuk terus mencari celah kesalahan yang bisa mempidanakan Anies. 

"Keempat, serang dan demo Anies secara masif agar ada kesan ke publik bahwa Anies tidak disukai oleh rakyatnya sendiri, dalam hal ini adalah warga Jakarta," ujarnya. (*)

Baca Juga: Anies Lagi Anies Terus... Anies Baswedan Naikkan UMP, Partainya Bro Giring Kembali Berkoar, Hadeh...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan