Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Astaga! Pasien Isolasi dan Karantina di Wisma Atlet Melonjak, Sentuh Angka Ribuan Orang

Astaga! Pasien Isolasi dan Karantina di Wisma Atlet Melonjak, Sentuh Angka Ribuan Orang Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rumah Sakit Wisma Atlet dipenuhi pasien yang menjalani isolasi dan karantina usai pulang dari luar negeri. Tak tanggung-tanggung, jumlah yang menjalani isolasi sebanyak 1.206 orang.

Humas RSD Wisma Atlet Kolonel Kesehatan dr Mintoro Sumego mengungkapkan, prosentase keterisian RS Wisma Atlet saat ini telah mencapai 32 persen. Mayoritas diisi oleh pasien repatriasi dari lima negara. 

Baca Juga: Antisipasi Penularan Covid-19, KAI Tolak 35 Ribu Pelanggan saat Periode Nataru

"Mengenai hunian wisma atlet hari ini sejumlah 1.206 orang. Ini sesuai dengan BORnya jadi 32 persen. Pasien masuk hari ini dari FKTP ada 6 dan dari repatriasi itu ada 188. Pasien repatriasi dan negara yang paling banyak mengirim repatriasi ini adalah dari Malaysia 74 orang, Uni Emirat Arab ada 19 orang, Turki 19 orang, Arab Saudi 13 orang dan Hongkong 14 orang Mereka yang di repatriasi ini dirawat di tower 5," katanya di RSD Wisma Atlet, Rabu (5/1/2022). 

Dia mengungkapkan, prosedur penanganan repatriasi adalah mereka wajib menjalani karantina. Dalam proses karantina itu, mereka di swab untuk mendeteksi kemungkinan terpapar virus. Bila hasil swab dinyatakan positif COVID-19, mereka akan ditempatkan di tower 5. 

"Lalu hasil pemeriksaan labnya itu dikirim ke Litbangkes, Kemenkes untuk dilakukan genom sequencing dan pemeriksaan Omicron selanjutnya," ujarnya. 

Sementara, untuk pelaku perjalanan dalam negeri, mereka menjalani isolasi di tower 6. Dia mengatakan, pihaknya menyiapkan tower 5 dan 6 untuk pasien isolasi sementara tower 4 dan 7 digunakan untuk pasien karantina. Mereka juga telah menyiagakan relawan medis untuk penanganan pasien. 

"Jumlah relawan yang ada saat ini yang aktif ada 1.040 orang," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Alfi Dinilhaq

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: