Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Fadli Zon Jelas Nggak Terima Prabowo Dituding Jalin Hubungan dengan Israel, Tegas Dia Bilang...

Fadli Zon Jelas Nggak Terima Prabowo Dituding Jalin Hubungan dengan Israel, Tegas Dia Bilang... Kredit Foto: Screenshot video di akun Twitter Fadli Zon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon langsung beraksi atas tudingan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dia menegaskan, kabar itu tidak benar dan merupakan propaganda dari Israel.

"Tidak benar, hoaks. Propaganda murahan," kata Fadli Zon lewat akun Twitter-nya, Sabtu (15/1).

Kabar soal Prabowo Subianto yang akan menjadi tokoh rekonsiliasi Indonesia-Israel bermula dari pemberitaan The Jerusalem Post pada 11 Januari 2022.

The Jerusalem Post mengamati berbagai pertemuan, pernyataan, dan laporan sepanjang tahun 2021 yang mengesankan hubungan Indonesia dan Israel semakin dekat.

Baca Juga: Kencang Wacana Duet Eks Militer Prabowo dan AHY, Apa Bisa "Meledakan" Kontestasi Pilpres 2024?

Prabowo pernah bertemu dengan Penasihat Keamanan Israel Eyal Hulata pada November 2021.

Selain itu, Prabowo juga bertemu dengan wakil Israel di Bahrain, Itay Tagner, pada waktu yang sama.

Ditambah lagi, konsultan pertanian yang juga penasihat senior mantan Menteri Pertahanan Israel, Shmuel Friedman, mengungkapkan bahwa Prabowo punya perhatian yang sama dengan Israel soal ketahanan pangan.

"Saya percaya bahwa hubungan dua negara perlu dimulai dari sana, dengan ketahanan pangan," sebut katanya.

"Tidak dengan senjata, melainkan dengan makanan," sambungnya.

Seperti diketahui. Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi sejauh ini. (*)

Baca Juga: Zein Kribo Sebut Bangsa Arab Tak Punya Peradaban, Fadli Zon Geram: Orang Ini Asal Jeplak

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan