Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Adaptasi Chatbot dan Kegunaannya bagi Perusahaan di Awal Tahun Ketiga Pandemi

Adaptasi Chatbot dan Kegunaannya bagi Perusahaan di Awal Tahun Ketiga Pandemi Kredit Foto: Kata.ai
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkembangan teknologi dari hari ke hari makin memberikan kemudahan bagi pelaku usaha serta memberikan pengalaman baru kepada masyarakat yang kini makin terbiasa menggunakan ragam teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu teknologi yang dirasakan memberikan dampak signifikan di dalam aspek kehidupan masyarakat adalah penggunaan teknologi kecerdasan artifisial atau kerap disebut artificial intelligence.

Penerapan teknologi artificial intelligence (AI) kini lumrah ditemui sehari-hari dalam banyak platform yang umum digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Mulai dari industri e-commerce, finansial, telekomunikasi, retail, kesehatan, dan berbagai industri lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Artificial Intelligence?

Riset Global Survey The State of AI in 2021 milik McKinsey menuturkan, selama 2021 tingkat adopsi machine learning, computer vision, dan natural language processing (NLP) mencapai 57% atau naik sebanyak 45% dari tahun 2020. Ini menandakan pengaplikasian AI terus meningkat dan mulai banyak dirasakan manfaatnya bagi pelaku usaha.

Kata.ai, pelopor teknologi AI dan NLP dari indonesia, melihat pada tahun 2022 penggunaan teknologi chatbot akan memberikan dampak positif terhadap banyak industri, di lain sisi, fungsi chatbot akan dirasakan langsung oleh konsumen serta memberikan layanan yang lebih maksimal terhadap para konsumen dari bermacam industri.

Irzan Raditya, CEO & Co-Founder Kata.ai, mengungkapkan bahwa kemampuan teknologi AI makin terus berkembang secara pesat, tingkat adopsi yang makin masif menunjukkan implikasi positif terhadap banyak industri salah satunya lewat teknologi chatbot. Dengan chatbot, perusahaan mampu memetakan fungsi-fungsi yang dapat diakomodasi oleh teknologi ini, khususnya yang berkaitan langsung dengan konsumen.

"Perubahan gaya konsumsi dari sisi konsumen pun menuntut banyak industri untuk memberikan layanan maksimal, cepat, dan, responsif ketika berhubungan langsung dengan konsumennya masing-masing," jelas Irzan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Kegunaan Chatbot Serta Dampaknya Terhadap Efisiensi Bisnis

Peran teknologi chatbot untuk mampu meningkatkan kualitas layanan bermacam industri memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk dapat mempelajari peran automasi agar mampu meningkatkan keuntungan perusahaan serta memberikan efisiensi di banyak sektor operasional. Terlebih, penyesuaian di masa pandemi membutuhkan adaptasi tinggi bagi banyak industri untuk mengembangkan teknologi yang mampu mengakomodir berbagai macam kebutuhan konsumen.

1. Kemudahan Dalam Operasional Usaha

Memiliki teknologi chatbot memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan otomasi terhadap berbagai kebutuhan operasional. Teknologi ini memberikan kesempatan bagi perusahaan tanpa harus menghadirkan ratusan atau bahkan ribuan agen customer service untuk melayani konsumen, khususnya untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan dasar yang sering ditanyakan.

2. Praktis, Cepat, dan Responsif

Salah satu keunggulan menggunakan chatbot adalah kemampuan AI untuk siap melayani konsumen secara praktis, cepat, dan juga responsif. Dengan programming yang sudah dipersiapkan secara spesifik berdasarkan kebutuhannya, konsumen dapat segera dilayani secara cepat dengan bahasa dan proses yang mudah dimengerti menggunakan aplikasi pesan teks yang umum digunakan seperti WhatsApp.

3. Meningkatkan Kepuasan Konsumen

Kegunaan utama chatbot berfokus pada tingkat kepuasan konsumen. Dengan layanan yang menjadi lebih sigap, dampak positif dapat dirasakan secara langsung oleh konsumen. Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsumen selalu menginginkan respons cepat dan mampu menjawab kebutuhannya secara cepat dan tepat. Penerapan teknologi ini juga memberikan rating yang positif terhadap perusahaan serta tingkat kepuasan konsumen secara keseluruhan.

4. Ekonomis dan Efisien

Manusia memiliki keterbatasan waktu serta fisik yang tidak mampu bekerja selama 24 jam, sedangkan chatbot mampu menghadirkan layanan 24/7. Dengan teknologi ini, konsumen dapat menggunakan layanan di luar jam operasional usaha dan perusahaan tidak perlu membayar lembur atau menyiapkan shift tambahan untuk jenis-jenis pekerjaan yang mampu diakomodasi AI.

5. Bekerja secara Sistematis

Teknologi berbasis kecerdasan artifisial memungkinkan hadirnya pola komunikasi yang menyerupai logika manusia. Hal ini didesain dengan machine learning dan deep learning sehingga menghadirkan pola kecerdasan artifisial yang sistematis. Chatbot mampu berpikir akurat agar dapat menghindari kesalahan yang bisa diminimalisasi dengan teknologi AI.

6. Membantu Pertumbuhan Bisnis

Cara yang cepat dan dinamis memberikan keuntungan bagi pelaku industri untuk dapat mengembangkan bisnis secara eksponensial. Teknologi AI dan chatbot pastinya mampu memberikan pengalaman konsumen yang komprehensif serta informasi akurat yang dibutuhkan konsumen.

7. Energi Tidak Terbatas

Mengandalkan kemampuan manusia memiliki keterbatasan, dalam beberapa kondisi manusia bisa kelelahan sehingga kondisi ini menyebabkan menurunnya performa dan meningkatkan potensi human error. Selama program yang tepat dijalankan, tentu kondisi ini akan menjadi solusi praktis. Pelaku industri bisa memaksimalkan sistem operasional yang lebih efektif tanpa harus terbatas oleh waktu.

"Kemampuan teknologi chatbot diprediksi akan terus bertumbuh seiring berjalannya waktu dan digitalisasi di berbagai industri. Kata.ai percaya bahwa teknologi ini tidak akan menggantikan kemampuan manusia, tetapi memberikan added value bagi perusahaan untuk memaksimalkan keuntungannya di tengah pandemim," tutup Irzan.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan