Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

India Mulai Pergerakan, Pasang Rudal Canggih S-400 buat Pasang Badan Hadapi China

India Mulai Pergerakan, Pasang Rudal Canggih S-400 buat Pasang Badan Hadapi China Kredit Foto: Reuters/Vitaly Nevar
Warta Ekonomi, New Delhi -

India dilaporkan telah memulai pergerakannya pada sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara canggih S-400 Triumf buatan Rusia. Menurut laporan media lokal, Selasa (18/1), unit pertama S-400 Rusia di India bakal dioperasikan pada April tahun ini.

"Kelima unit akan dikerahkan untuk mengatasi ancaman dari China," lapor The Hindustan Times seperti dikutip laman Anadolu Agency, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: India Dibuat Panik, Hampir Sejuta Umat Hindu Bakal Berkumpul di Sungai Gangga

Seperti diketahui, India dan China telah mengalami fase kebuntuan yang intens selama dua tahun terakhir di sepanjang Line of Actual Control (LAC) atau perbatasan de facto antara China dan India di wilayah Ladakh, kawasan Himalaya yang disengketakan Jammu dan Kashmir.

Ketegangan melonjak pada Juni 2020 setelah setidaknya 20 tentara India dan empat tentara China tewas dalam bentrokan perbatasan di wilayah tersebut.

Meskipun situasi relatif tenang setelah beberapa putaran pembicaraan, kedua belah pihak belum mencapai resolusi dan telah meningkatkan pengerahan militer di sepanjang perbatasan.

The Hindustan Times mengutip pejabat mengatakan, bahwa seluruh kelima unit sistem S-400 diharapkan akan beroperasi pada tahun depan. S-400 dapat menjatuhkan pesawat atau rudal musuh pada jarak antara 40 dan 400 kilometer (25 mil dan (248 mil).

Sanksi AS

Pada 2018, India dan Rusia menandatangani kontrak senilai 5,5 miliar dolar AS untuk sistem S-400. Hal ini menempatkan India pada risiko sanksi AS.

AS telah lama mencoba untuk mencegah negara-negara sekutu membeli peralatan militer dari Rusia. AS mengancam mereka dengan tindakan hukuman di bawah Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA), yang telah digunakan untuk melawan Turkiye, Iran, Korea Utara dan Rusia.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan