Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sinyal Perang Menyala, China, Rusia dan Iran Mulai Berani Tantang Amerika

Sinyal Perang Menyala, China, Rusia dan Iran Mulai Berani Tantang Amerika Kredit Foto: Getty Images/AFP/Noel Celis
Warta Ekonomi, Washington -

China, Rusia dan Iran gelar latihan militer gabungan, Rabu (19/1/2022). Sinyal perang menyala. Trisula maut dunia mulai berani tantang Amerika.  

Media China memberitakan besar-besar soal ini. Latihan perangnya disebut sangat serius.

Baca Juga: Ikut Komentari Krisis Rusia-Ukraina, Presiden Turki Erdogan Ingin Bertemu Putin

Amerika Serikat (AS) mulai waswas. Apalagi, belakangan kemampuan militer China semakin pesat.

Sejauh ini Beijing dilaporkan telah melakukan uji coba rudal hipersonik, termasuk perluasan persenjataan nuklir, kemajuan di ruang angkasa dan dunia maya serta ancaman ke Taiwan.

“Kami menyaksikan salah satu perubahan terbesar dalam kekuatan geo-strategis global yang telah disaksikan dunia,” kata Komandan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, dilansir The Hill, Selasa (9/11/2021).

Bagi Amerika, ini merupakan sinyal tantangan perang. Dan ancaman ini dinilai tak main-main.

"Mereka jelas menantang kami secara regional dan aspirasi mereka adalah untuk menantang Amerika Serikat secara global," tambahnya.

Pergeseran kemampuan militer China dalam keseimbangan kekuatan global, telah membuat para pejabat dan anggota parlemen AS khawatir.

Selama beberapa dekade, AS telah memegang posisi sebagai kekuatan ekonomi dan militer terkemuka di dunia.

Pergeseran kekuatan tersebut, dapat merusak aliansi di kawasan Indo-Pasifik. Terlebih, pada saat militer AS dan China semakin terlibat pertikaian di Laut China Selatan.

Contoh kecepatan pergerakan Beijing adalah uji coba senjata hipersonik pada Agustus lalu yang mengorbit ke sebagian wilayah Bumi.

Rudal canggih ini kemudian masuk kembali ke atmosfer dan meroket menuju sasarannya, yang meleset kurang dari 30 mil.

China telah menyatakan bahwa, mereka melakukan uji coba pesawat ruang angkasa, dan bukan rudal. 

Menurut laporan Global Times yang dipantau Antara, ini bukan kali pertama ketiga negara tersebut menggelar latihan gabungan sejenis.

Angkatan Laut China bersama Rusia dan Iran pada 2019 pernah melakukan latihan bersama selama empat hari di Teluk Oman.

Latihan dua tahun lalu itu untuk meningkatkan kerja sama armada laut ketiga negara.

Untuk edisi 2022, media China tidak menyebutkan lokasi program latihan gabungan ini.

Pengamat militer China melihat latihan itu sebagai iktikad baik dan menunjukkan kemampuan militer China dalam menjaga perdamaian dunia dan keamanan maritim.

Latihan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Beijing sedang berencana membentuk kelompok autokrasi bersama Teheran dan Moskow.

"Kerja sama antara China, Rusia dan Iran berdasarkan kemitraan yang saling menguntungkan daripada membentuk aliansi dan terlibat dalam konfrontasi," tulis media China.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan