Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Stok Minyak Goreng Kosong, Ini Respon Indomaret dan Alfamart

Stok Minyak Goreng Kosong, Ini Respon Indomaret dan Alfamart Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemberlakuan minyak goreng satu harga yang ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan (Kemendag) di peritel modern sejak Rabu (19/1/2022) mendapat respon baik dari masyarakat. 

Respon tersebut terlihat dari berbondong-bondongnya masyarakat untuk dapat membeli minyak goreng dengan harga yang disubsidi oleh pemerintah tersebut. 

Baca Juga: Temukan Harga Minyak Goreng di Atas Rp14.000/Liter, Silahkan Lapor ke Kemendag, Caranya...

Akibatnya terhitung dua hari setelah peluncuran beberapa gerai ritel modern baik itu Alfamart dan Indomaret minyak goreng terpantau kosong.

Berdasarkan pantauan WartaEkonomi stok minyak goreng kosong di salah satu ritel Alfamart dan Indomaret di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (21/1/2022) pukul 14.00 WIB.

"Kalau mau nyari minyak goreng, coba cari di aplikasi alfagift atau indomaretklik," ujar salah satu petugas Alfamart, Jumat (21/1/2022).

Meski begitu, ketika dilihat kembali di kedua aplikasi ritel modern tersebut juga tidak dapat membeli minyak goreng karena stok yang tidak tersedia.

Merespon hal tersrbut,  Marketing Director PT Indomarco Prismatama, Darmawie Alie mengatakan itu terjadi sejak berlakunya kebijakan pemerintah pada tanggal 19 Januari. 

"Sejak belaku 19 Januari 2022 banyak yang kosong," ujar Alie saat dikonfirmasi WartaEkonomi, Jumat (21/1/2022).

Alie mengatakan stok di toko habis karena permintaan dari masyarakat yang cukup tinggi.

"Stock toko habis karena adanya demand yang cukup besar dari konsumen," ujarnya.

"Untuk mengisi kekosongan migor tersebut,  perlu di-support supply dari pemasok," imbuhnya. 

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart mengatakan kosongnya stok minyak goreng di gerainya dikarenakan masyarakat yang membeli cukup besar atau panic buying.

"Hari ini masih terjadi panic buying," ujarnya.

 

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan