Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ekonomi Indonesia Diprediksi akan Tetap Tangguh Meskipun Suku Bunga The Fed Naik 4 Kali

Ekonomi Indonesia Diprediksi akan Tetap Tangguh Meskipun Suku Bunga The Fed Naik 4 Kali Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Jasa Capital AM Rully Anwar menyatakan optimistis ekonomi Indonesia akan tetap tangguh meskipun suku bunga atau federal fund rate (FFR) The Fed meningkat hingga empat kali lipat.

"Indonesia ini cukup resilience, terpengaruh tapi tidak akan begitu sensitif untuk tahun 2022 jika terjadi kenaikan FFR sampai empat kali," kata Rully dalam Webinar Investment Outlook 2022: Arah Investasi & Optimisme Pasca Putusan MK Terkait Omnibus Law yang digelar oleh Warta Ekonomi, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Apindo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5 Persen Pada 2022

Prediksinya ini mengacu pada sejumlah indikator ekonomi Indonesia yang dia sebut menunjukkan performa positif.

Misalnya, dilihat dari aspek nilai tukar rupiah yang performanya terbilang cukup terjaga. "Artinya, nggak terlalu volatile di market," tambahnya.

Selain itu, tekanan inflasi juga masih terhitung rendah dan masih di bawah sasaran tekanan inflasi dari bank sentral. Sistem perbankan juga menunjukkan kinerja positif bila diihat dari sisi non-performing loan (NPL) serta intermediasi perbankan. Rully juga melihat aliran permodalan dari investor asing juga masih berlanjut.

Kinerja produk domestik bruto (PDB) Indonesia sendiri juga diperkirakan akan meningkat, meskipun masih bergantung pada kondisi pandemi Covid-19, terutama setelah kemunculan kasus varian Omicron. "Untuk kuartal 1/2022 juga kami kira akan membaik, tapi tergantung ancaman Omicron. Kalau ada pembatasan kembali, ini bisa buyar," tandasnya.

Meski demikian, secara garis besar ia optimistis kondisi perekonomian Indonesia masih memiliki daya tarik untuk mengundang para investor asing masuk ke Indonesia.

"Faktor-faktor yang mendukung kinerja makro ekonomi Indonesia itu setidaknya bisa membuat confidence para investor, baik investor portofolio maupun direct investment," pungkasnya.

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Alfi Dinilhaq

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan