Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ahok Tak Sesuai Kriteria, Tokoh Ini Nyatakan Siap Ditunjuk Jokowi Jadi Kepala Otorita IKN

Ahok Tak Sesuai Kriteria, Tokoh Ini Nyatakan Siap Ditunjuk Jokowi Jadi Kepala Otorita IKN Kredit Foto: Pemkot Makassar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membocorkan kriteria calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Jokowi inginnya sosok tersebut punya latar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah.

"Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," kata Jokowi dalam audiensi bersama sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Pak Jokowi, Mohon! Jangan Pilih Ahok Jadi Kepala Otorita IKN, Panjang Urusan...

Siapa sosok tersebut? Beberapa nama santer mencuat jika disesuaikan dengan keinginan Jokowi tersebut. Salah satunya Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. Danny demikian ia biasa disapa merupakan kepala daerah berlatar belakang arsitek dan mantan dosen jurusan arsitektur di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Saat ini Danny sedang fokus mengemban amanah sebagai Wali Kota Makassar untuk periode kedua. Danny Pomanto mengaku telah mendengar informasi itu. Ia pun siap jika memang Presiden Jokowi menunjuknya menjadi kepala otorita IKN.

"Saya ini orang yang selalu siap kalau negara memerintahkan, tapi dilihat nanti, karena belum tentu di kita, kalau saya kerja sajalah. Kita tidak boleh merasa geer, saya siap apapun, selama negara memanggil," tegas Danny, melansir fajar.co.id, Sabtu (22/1/2022).

Meski telah membocorkan kriteria yang diinginkan, sampai detik ini belum jua diputuskan siapa yang bakal menjadi kepala otorita. Menurut Danny, kepala otorita yang levelnya setara dengan menteri merupakan hak prerogatif presiden yang tidak bisa diganggu gugat.

Namun, kata Danny, jika banyak kalangan menganggapnya pantas mengemban amanah tersebut, ia hanya bisa bersyukur, tetapi tak ingin jumawa.

"Yah itukan kriteria, belum nama. Kalau saya, kita kerja saja, kan itu hak prerogatif presiden. Kalau saya orang anggap masuk kriteria Alhamdulillah, tapi bagi saya itu hak prerogatif presiden, karena hak prerogatif presiden itu pasti nama yang keluar," paparnya.

Danny tak mau terlalu jauh untuk berharap. Namun, dia menegaskan jika dirinya fokus bekerja saja. Apalagi saat ini masih banyak program yang mesti ia tuntaskan dalam mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Makassar.

"Kalau saya kerja baik sajalah. Saya kasih selesai dengan baik, tugas yang sudah diamanahkan oleh masyarakat saat ini, sudah jelas secara konstitusi sebagai Wali Kota Makassar," terangnya.

Meski demikian, Danny menilai jikalau orang menganggap dirinya masuk kriteria dan itu baik, dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. "Jika masyarakat menganggap saya layak, saya kira kita serahkan ke rakyat. Tapi kalau tidak yah, kenapa kita mesti melawan takdir, kita kerja baik sajalah," tuturnya.

"Tapi kalau mau menanggapi hal itu secara serius, kita tunggu nama keluar, kalau kriteria itu banyak alternatif lebih bagus dari saya, banyak yang lebih baiklah dari saya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah menyebut empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota Nusantara. Mereka adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok; mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro; dan mantan Direktur Utama PT Wijaya Karya, Tumiyana.

Namun, jika ditelaah, keempat nama tersebut tidak masuk kriteria seperti yang diinginkan Jokowi saat ini.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan