Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Turunkan Risiko Komplikasi Kardiovaskular pada Penderita Diabetes dengan Hal Ini

Turunkan Risiko Komplikasi Kardiovaskular pada Penderita Diabetes dengan Hal Ini Kredit Foto: Pexels/Nataliya Vaitkevich
Warta Ekonomi, Jakarta -

Diabetes adalah kondisi kesehatan kronis yang merujuk pada insulin yang tidak dapat lagi bekerja sebagai mana mestinya sehingga gula yang seharusnya menjadi energi malah menumpuk dan menimbulkan berbagai macam masalah.

Kondisi diabetes mengakibatkan banyaknya komplikasi atau dampak turunan pada tubuh. Komplikasi atau dampak turunan ini ada yang sifatnya menjadi penyakit kronis seperti serangan jantung, gagal ginjal, dll.

“Baru sekitar 25% penderita diabetes yang mengetahui bahwa mereka menderita diabetes.” Tulis laporan yang berjudul Tetap Produktif, Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan pada tahun 2020

Artinya angka ini menunjukkan ada banyak orang-orang yang menderita diabetes tetapi tidak menyadarinya dan ancaman terkena komplikasi lanjutan terbuka lebar.

DMT2 (Diabetes Melitus Tipe 2) yang tidak tertangani sangat berisiko mengalami dampak turunan kronis yang juga parah. Penyakit kardiovaskular adalah salah satu komplikasi yang dapat timbul akibat tidak ditanganinya dengan baik kondisi diabetes pada seseoraang

Untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular pada penderita diabetes diperlukan usaha yang menyeluruh agar risiko tersebut benar-benar tidak terjadi.

“Untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi kardiovaskular diperlukan pengelolaan yang menyeluruh terkait kondisi metabolik pasien, yang meliputi kendali gula darah, lipid, tekanan darah, dan berat badan. Kadar glukosa darah memiliki hubungan negatif terhadap kejadian kardiovaskular.” Tulis Derlin J. Leander dan Dicky L. Tahapary dalam tulisan mereka yang berjudul Pemilihan Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Risiko Tinggi untuk Kejadian Kardiovaskular.

Marfella dkk dalam studinya Tight glycemic control may increase regenerative potential of myocardium during acute infarction sebagaimana dikutip dalam tulisan Derlin dan Dicky yang disebut sebelumnya, menyebut bahwa ada hubungan yang kuat antara kontrol glikemik ketat (glukosa 80-140 mg/dL) terhadap penurunan kejadian kardiovaskular dengan meningkatkan potensi regenerasi miosit iskemik.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan