Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tanggapi Curhatan Puan Maharani, Loyalis Ganjar Pranowo: Bukan Tugas Gubernur Sambut Pejabat!

Tanggapi Curhatan Puan Maharani, Loyalis Ganjar Pranowo: Bukan Tugas Gubernur Sambut Pejabat! Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ganjar Pranowo (GP) Mania menanggapi sindiran yang disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, terhadap adanya kepala daerah yang tak menyambut dirinya saat berkunjung ke daerah. Relawan GP Mania, Immanuel Ebenezer, menilai tugas kepala daerah bukanlah menyambut pejabat.

"Tugas gubernur itu bukan untuk menyambut pejabat, tapi menyambut apa yang sudah ia kerjakan, dia menyambut persoalan rakyat, menyambut persoalan ini, bukan menyambut pejabat yang dari pusat," kata Immanuel.

Menurutnya pernyataan yang disampaikan Puan menunjukan logika seorang birokrat yang cenderung feodal. Padahal Presiden Joko Widodo berkali-kali mengingatkan ke publik bahwa pejabat yang baik adalah pejabat yang melayani bukan dilayani.

Baca Juga: Soal Pilpres 2024, Pengamat Sebut Megawati Masih Ogah Kalau Puan Maharani Jadi Cawapres Prabowo

"Berkali-kali lho presiden mengatakan itu, jadilah pejabat yang melayani bukan pejabat yang dilayani gitu lho, ini kan kontradiktif sekali terhadap apa yang disampaikan Presiden Jokowi," ujarnya.

Immanuel juga menilai pernyataan Puan bukan hanya dinilai sebagai unek-unek, melainkan akumulatif dari kemarahan Puan. Kendati demikian, ia meyakini kemarahan tersebut tidak diarahkan untuk Ganjar.

"Tapi kan kita tidak tahu arahnya ke siapa, gubernurnya yang mana, dia tinggal di Jakarta, dapilnya Jawa Tengah," ucapnya.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Baca Juga: Lihat Anies Pakai Private Jet, Ferdinand Hutahean: Dia Salah Satu Oligarki Migas?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: