Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Seorang PNS 'Dijemput' Densus 88 Usai Salat Subuh, Pengakuan Pak RW Mengejutkan: Dia Ramah...

Seorang PNS 'Dijemput' Densus 88 Usai Salat Subuh, Pengakuan Pak RW Mengejutkan: Dia Ramah... Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Warta Ekonomi, Tangerang -

Seorang Pegawai Negeri Sipil yang ditangkap Densus 88 di Perumahan Samawa Village, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, karena menjadi tersangka teroris, TO (46), dikenal ramah. Ketua RW setempat, Lukman, mengaku tidak menemukan hal-hal aneh pada diri yang bersangkutan selama ini.

"Kesehariannya seperti warga yang lain. Dia ramah, apalagi dia ini kan PNS, sering berbaur juga. Enggak tertutup," kata Lukman.

Ditangkap Saat Sholat Subuh

Lukman menuturkan TO ditangkap petugas usai sholat Subuh di salah satu masjid dekat kediamannya.

Baca Juga: Munarman Dituntut Delapan Tahun Penjara, Murid Habib Rizieq "Meledak-ledak": Jaksa Luar Biasa Zalim!

"Dia diamankan pas abis sholat, terus istrinya sempat nyariin, karena pas habis sholat itu gak pulang ke rumah. Tapi ternyata diamankan Densus 88," ujarnya.

Petugas Geledah Rumahnya

Seusai ditangkap, petugas pun langsung ke kediaman tersangka untuk melakukan penggeledahan pada pukul 07.00 WIB.

"Penggeledahannya jam 7 pagi tadi, dan posisinya si istri sudah tahu, sudah banyak juga yang berjaga di area sini," ujarnya.

Terpantau, kediaman dari TO tampak sepi, hanya ada beberapa barang yang terletak di halaman rumah tersangka. Terlihat juga, adanya mobil dinas berwarna silver yang terparkir di garasi rumah.

Sikap Pemkab Tangerang

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Mabes Polri terkait dengan satu pegawainya yang terlibat jaringan terorisme.

Hal itu untuk menentukan lebih lanjut soal status Pegawai Negeri Sipil pada tersangka teroris, TO.

"Kita nunggu hasil pemeriksaan yang dilaksanakan pihak berwajib. Jadi, gak serta merta menentukan sikap. Kita harus tunggu dulu dari hasil pemeriksaan seperti apa," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Maesal Rasyid.

Sanksi Terberat Akan Diberikan

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan