Kredit Foto: Twitter/asyikfmrtm
Ia mengatakan, situasi pandemi Covid-19 saat ini masih didominasi varian Omicron beserta sejumlah subvariannya. Hingga 15 Maret 2022, tercatat ada 668 kasus akibat penularan subvarian Omicron BA.2 di Indonesia.
Baca Juga: Hadeh... Gegara "Nyanyian" Luhut, Jokowi Tersudut Soal Polemik Penundaan Pemilu 2024
Meski demikian, Subvarian Omicron BA.1 masih mendominasi di Tanah Air. "Di data nasional kita secara umum itu BA.2 sudah 668, BA.1 itu paling banyak yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus. Ini secara kumulatif dari Januari sampai dengan Maret itu ada 5.625 kasus," katanya.
sumber : Antara
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Bayu Muhardianto
Tag Terkait: