Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prajurit TNI Tewas Lagi di Tangan KKB Papua, 'Jurus' Jenderal Andika Perkasa Dinilai Tak Efektif

Prajurit TNI Tewas Lagi di Tangan KKB Papua, 'Jurus' Jenderal Andika Perkasa Dinilai Tak Efektif Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono

Komang melanjutkan, pihaknya belum ada rencana mengejar kelompok Egianus. "Untuk kejar-kejaran, tidak ada. Saat ini kami lebih soft. Kalau mereka beraksi, kami bertindak," tegas dia.

Melihat kondisi ini, Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Natakusumah meminta Jenderal Andika Perkasa melakukan peningkatan kemampuan antisipatif prajurit pada potensi serangan. Sebab, jurus mengedepankan cara humanis ternyata tidak ampuh melawan keganasan para teroris Papua itu.

"Pendekatan humanis tidak harus mengorbankan keselamatan prajurit. Intelijen strategis dan pengumpulan informasi mengenai gerakan musuh harus bisa dikuasai TNI," ucap putra Dimyati Natakusumah ini.

Dia melihat, pembinaan teritorial TNI di Papua saat ini belum optimal. Kebersamaan petugas pengamanan bersama masyarakat seharusnya memperkaya konsideran gerakan TNI. "Kami juga berharap, ke depan TNI bisa lebih taktis dalam melihat kemungkinan ancaman masa depan," ucap politisi Partai Demokrat itu.

Baca Juga: Kata Dungu Menggelegar, Rocky Gerung "Sentil" Keras Menterinya Jokowi Soal Pemecatan Noel: Buzzer...

Tak lupa, Rizki juga mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya dua prajurit TNI itu. "Kami selaku anggota Komisi I DPR turut berduka dengan kehilangan yang diderita. Walaupun konflik ini akan masih berkepanjangan, kita berdoa, kejadian serupa tidak terulang," tutup putra bungsu Bupati Pandeglang Irna Narulita itu. [UMM]

Baca Juga: Hingga Oktober 2022, Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: