Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jelang Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Pastikan Kebutuhan BBM, LPG, dan Avtur Aman

Jelang Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Pastikan Kebutuhan BBM, LPG, dan Avtur Aman Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Medan -

PT Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen dalam penyediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, dan avtur. Menjelang Ramadan tahun 2022, pasokan energi ini dipastikan aman dan lancar.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Sumbagut, SH C&T PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, mengatakan bahwapihaknya memastikan kebutuhan BBM, LPG, dan avtur dapat selalu terpenuhi dengan aman khususnya pada bulan suci Ramadan ini.

 Baca Juga: Tidak Mau Pindah, 23 Warga Masih Tinggali Aset Tanah Milik PT Pertamina

"Kami mencatat ada peningkatan konsumsi BBM, LPG, dan avtur jelang Ramadan 1443 Hijriah. Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan BBM, LPG, dan avtur dalam kondisi aman," ujar Taufikurachman, Jumat (1/4/2022).

Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan penambahan SPBU Kantong untuk memastikan tersedianya stok BBM di beberapa titik padat wisata dan mudik serta menyiagakan 309 SPBU yang beroperasi penuh selama 24 jam. Selain itu, sebagai upaya untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan penambahan Solar hingga 10 persen di wilayah Sumbagut.

Disinggung terkait harga BBM jenis Pertamax dan Pertalite, kata Taufikurachman, Pertamax disesuaikan harganya menjadi Rp12.750 per liter (untuk daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor/PBBKB 7,5 persen), dari harga sebelumnya Rp9.200 per liter. Sementara, Pertalite harganya turun di angka Rp7.650, dari harga sebelumnya Rp7.850.

Ia berharap masyarakat tetap memilih BBM nonsubsidi yang lebih berkualitas. Menurutnya, harga Pertamax ini masih terjangkau bagi masyarakat mampu.

"Penyesuaian harga BBM tersebut mulai berlaku hari ini, harga jenis Pertalite turun dan harga Pertamax juga masih di bawah nilai keekonomianya. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan