Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Larang Menteri Bicara 3 Periode, Rocky: Cuma Akal-akalan, Semua Orang Ingin Menampar Dia!

Jokowi Larang Menteri Bicara 3 Periode, Rocky: Cuma Akal-akalan, Semua Orang Ingin Menampar Dia! Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang para menteri Kabinet Indonesia Maju berbicara isu penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden.

Namun, larangan dari Jokowi itu dianggap oleh pengamat politik Rocky Gerung sebagai akal-akalan saja. Menurut Rocky Gerung, hal tersebut diucapkan Jokowi agar masyarakat menganggapnya lebih mementingkan suara rakyat.

“Presiden Jokowi memang mengucapkan itu. Tetapi soal yang diucapkan di sidang kabinet itu konsumsi diplomasi politik. Seolah presiden mendengarkan suara rakyat. Kalau dia dengar dia akan hentikan itu ketika asisten khususnya dan 34 orang sekitarnya untuk mengorganisir kampanye kumpulan tekad. Kita tahu semua bahwa ini adalah akal-akalan saja seolah presiden mengemudi di depan rakyat, saya tidak ingin ditampar, padahal semua orang malah ingin menampar dia justru karena tidak konsisten,” kata Rocky Gerung seperti dikutip FIN dari Channel Rocky Gerung Official pada Kamis (7/4/2022).

Baca Juga: Larangan Menteri Bahas 3 Periode, Orang Demokrat: Jokowi Cuci Tangan, Marah-marah ke Publik

Jokowi, lanjut Rocky Gerung, memilki mempunyai tujuan tertentu dengan adanya pernyataan tersebut. Yakni berusaha membuat rakyat kembali percaya padanya.

“Jokowi memang bersepakat tentu diam-diam ucapin hal itu untuk mengutus asisten-asisten operasional ke daerah bikin kebulatan tekad. Jadi itu intinya. Jokowi tentu bilang wah kan saya udah pernah ucapkan supaya hentikan itu. Iya hentikan ucapannya, tetapi aktivitasnya tetap jalan,” imbuh Rocky.

Dia menegaskan ini adalah taktik Jokowi agar bisa menikmati kepuasaan ibukota baru. Karena itu, aksi kebulatan tekad akan terus dilakukan.

“Kita akan melihat terus kebulatan tekad gak mungkin dihentikan. Karena sudah menjadi semacam tujuan utama Presiden Jokowi adalah menikmati kepuasan, agar bisa menikmati ibukota baru. Ini adalah satu paket. Jadi kalau ucapan seolah-olah marahi menteri supaya stop, maunya headline begitu, tetapi isi beritanya yang ditugaskan tetap berlangsung,” urainya.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: