Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Komunikasi Radio Pasukan Rusia Ketahuan Intelijen Jerman, Ukraina di Atas Angin

Komunikasi Radio Pasukan Rusia Ketahuan Intelijen Jerman, Ukraina di Atas Angin Kredit Foto: Instagram/Russian Army
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Intelijen Jerman BND kuak bukti baru yang menguatkan pembantaian warga sipil di kota Bucha, Ukraina oleh pasukan Rusia.

Der Spiegel melaporkan pada Kamis (7/10/2022) bukti tersebut adalah komunikasi radio tentara Rusia yang membahas insiden itu. 

Baca Juga: Presiden Jerman Akui Kesalahan Kebijakan dengan Rusia, Ternyata Ini Alasannya

Dikatakan bahwa beberapa materi audio yang dikumpulkan tampaknya berhubungan dengan korban yang ditemukan tewas di sepanjang jalan utama di Bucha.

Di antara penyadapan adalah deskripsi seorang prajurit tentang yang mengatakan bagaimana dia dan rekan peletonnya menembak seseorang dengan sepeda.

Wartawan AFP di lapangan di Bucha melihat tiga mayat tersangkut di sepeda di antara 20 mayat yang ditemukan di sepanjang jalan yang ditumbuhi pepohonan, setelah pasukan Rusia mundur.

Kremlin sendiri telah  membantah tuduhan pembunuhan massal, mengklaim bahwa gambar yang muncul dari Bucha adalah palsu.

Pihak Rusia juga menyebut bahwa kematian terjadi setelah tentaranya ditarik keluar.

Der Spiegel mengatakan file audio yang dicegat oleh BND juga memberikan bukti peran kelompok tentara bayaran Wagner dalam kekejaman tersebut.

"Para tentara membicarakan pembunuhan itu seolah-olah mereka hanya membahas kehidupan sehari-hari mereka,” kata majalah itu.

Sebelumnya pada Rabu (6/4/2022), pemerintah Jerman telah mengatakan pada hari Rabu bahwa citra satelit dari bulan lalu memberikan bukti tandingan yang kuat terhadap penyangkalan Rusia atas kekejaman tersebut.

Gambar-gambar yang tersedia di Berlin mencakup periode dari 10 hingga 18 Maret dan mengarah pada kesimpulan bahwa para korban yang gambarnya kita semua lihat tergeletak di sana setidaknya sejak 10 Maret," kata juru bicara pemerintah Steffen Hebestreit.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan