Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Usung Anies Baswedan Capres di Pilpres 2024, PPP Sebut Jokowi dan Habib Rizieq

Usung Anies Baswedan Capres di Pilpres 2024, PPP Sebut Jokowi dan Habib Rizieq Sejumlah pendukung mendengarkan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa saat menyampaikan orasi politiknya pada Kampanye Terbuka PPP di Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019). Suharso Monoarfa mengajak pendukungnya untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 17 April mendatang dan menargetkan perolehan suara PPP harus naik untuk mendapatkan 16 kursi di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya minimal 12 sampai 14 kursi, DPR RI 2 kursi, DPRD Provinsi 1 kursi. | Kredit Foto: Antara/Adeng Bustomi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PPP DKI Jakarta mendukung Gubernur Anies Baswedan sebagai Capres pada Pilpres 2024 mendatang.

Dengan dukungan partai berlambang kabah tersebut, Pilpres diprediksi bakal memanas.

Baca Juga: Sudutkan Relawan Anies Soal Bonyoknya Ade Armando, Grace Natalie Diserang Habis-habisan

Plt Ketua PPP DKI Farhan Hasan mengatakan salah satu alasannya mendukung Anies sebagai capres karena dianggap mampu mengurangi polarisasi yang terjadi di masyarakat.

Farhan menambahkan Anies bahkan mampu menyatukan jargon revolusi mental yang pernah diusung Presiden Joko Widodo saat Pilpres 2017 dan Revolusi Akhlak milik Rizieq Shihab.

"Kami memandang Anies Baswedan insyaallah bisa menjadi titik temu revolusi mental dan revolusi akhlak," ujar Farhan di Hotel Sofian, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/4).

Dia menyebut polarisasi masyarakat pernah terjadi sangat terasa setelah Pilkada DKI 2017 lalu.

Namun, Anies disebutnya berhasil memperkecil jarak antara masyarakat selama menjabat sebagai Gubernur.

"Akibatnya warga DKI lebih ikhlas untuk membangun DKI Jakarta bersama-sama," jelasnya.

Karena itu, dia ingin menjadikan Anies sebagai Presiden agar bisa membawa pengaruh baik di Jakarta ke tingkat nasional.

"Anies Baswedan dapat mengakhiri polarisasi anak bangsa supaya kita tidak sibuk bertarung sesama anak bangsa," pungkasnya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel: