Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Presiden Prancis Emmanuel Macron: Ekonomi Digital Tidak Boleh Dilewatkan Begitu Saja

Presiden Prancis Emmanuel Macron: Ekonomi Digital Tidak Boleh Dilewatkan Begitu Saja Kredit Foto: Reuters/Sarah Meyssonnier
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hanya beberapa hari sebelum putaran kedua pemilihan presiden yang menentukan di Prancis, presiden republik yang berkuasa, Emmanuel Macron, duduk dengan media lokal untuk berbagi pemikirannya tentang ekonomi digital, subjek yang belum banyak dia bicarakan sebelumnya.

Melansir dari Cointelegraph, Senin (25/04) sambil menekankan pentingnya sektor ini, Macron sekali lagi menegaskan kembali dukungannya untuk pendekatan pan-Eropa terhadap regulasi teknologi keuangan.

Baca Juga: Emmanuel Macron Kembali Terpilih jadi Presiden Prancis, Kalahkan Marine Le Pen

Wawancara dengan publikasi Prancis The Big Wale yang datang pada hari Jumat lalu, dua hari sebelum limpasan yang akan melihat Macron menghadapi populis sayap kanan Marine Le Pen. Menurut sebagian besar jajak pendapat, Macron kemungkinan akan menang, namun marginnya diperkirakan akan sangat tipis. Dalam pemilihan 2017, ia melampaui Le Pen dengan 66,1% suara di putaran kedua.

Menanggapi serangkaian pertanyaan tentang ekonomi digital, Web 3.0 dan kripto, presiden petahana itu berdiri teguh dengan ke hati-hatian terhadap merek dagangnya serta inovasi:

"Ini mewakili kesempatan yang tidak boleh dilewatkan bagi Prancis dan Eropa untuk memimpin generasi web di masa depan. Tapi ini juga tantangan sosial."

Baca Juga: Perdana Menteri Rusia: Saat Ini secara Kolektif Rusia Miliki US$130 Miliar dalam Cryptocurrency

Macron tampaknya senang untuk mencatat bagaimana jumlah perusahaan unicorn Prancis yaitu, startup swasta senilai 1 miliar dolar atau lebih, naik dari tiga menjadi 26 selama masa kepresidenannya, sementara investasi keseluruhan di startup Prancis meningkat lima kali lipat. Dia juga menyebutkan menetapkan standar di 100 perusahaan Prancis dengan status unicorn dan 10 menjadi raksasa Eropa pada tahun 2030.

Penulis: Nuzulia Nur Rahma
Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan