Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gak Main-main, IFG Targetkan Jadi Lembaga Non-Perbankan Terbesar se-Asia Tenggara!

Gak Main-main, IFG Targetkan Jadi Lembaga Non-Perbankan Terbesar se-Asia Tenggara! Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia Financial Group (IFG), BUMN holding asuransi, penjaminan dan pasar modal melirik suatu tujuan yaitu menjadi salah satu grup lembaga keuangan non-perbankan terbesar di Asia Tenggara.

Sekretaris Perusahaan IFG Beko Setiawan mengatakan, dengan potensi dan risiko yang tinggi untuk menjadi perusahaan terbesar di Asia Tenggara maka perseroan akan tetap memperhatikan beberapa hal agar cita-cita tersebut tercapai dengan lancar.

Baca Juga: Wow, Direktur Utama IFG Dinobatkan sebagai Indonesia Best CEO Awards 2022

"Ingin menjadi salah satu grup lembaga keuangan non-perbankan terbesar di asia tenggara dengan tetap memperhatikan tingkat potensi yang tinggi jadi kita tidak hanya ingin menjadi suatu lembaga keuangan yang besar tapi kita juga ingin menjadi lembaga keuangan yang sehat dan sustain," ujar Beko dalam Acara Buka Bersama dikutip Kamis (28/4/2022).

Beko mengatakan, guna mencapai hal tersebut perseroan akan mengembangkan pasar asuransi sebagai suatu produk yang sifatnya proteksi, dengan kata lain perseroan ingin memberikan jaminan perlindungan dasar dan kemudahan usaha kepada masyarakat.

Untuk mencapai itu, yang pertama dilakukan adalah dengan melakukan restrukturisasi portofolio dimana saat ini terhadap eksposur yang ada.

"Akan kita lihat kembali dan kita akan mencari back off yang terbaik seperti apa. restrukturisasi modal bisnis jadi bank ini bahwa tingkat persaingan lembaga asuransi itu cukup tinggi sehingga kita bagaimana caranya untuk bisa memberikan proteksi tapi juga dengan mendekatkan kepada calon customer kita," ujarnya. 

Selain itu, perseroan juga akan melihat kembali daripada core bisnis daripada anak usaha yang tergabung dalam holding IFG, dimana apabila nanti diperlukan akan melakukan remodeling terhadap hal tersebut, dan dengan tata kelola yang pruden.

"Jadi kita tidak ingin bahwa kita mempunyai banyak produk tapi kita tidak yakin produk itu akan membuat suatu perusahaan akan lebih sehat dan sustain. List manajemen yang kuat dan peningkatan sumber daya manusia ini yang kita lihat bahwa kita tidak hanya mengejar dari sisi bisnisnya tapi kita juga minta dari second line diverse-nya juga diperkuat jadi kita," ungkapnya.

Lanjutnya, Beko mengungkapkan saat awal dibentuknya IFG masih ada anak perusahaan yang melakukan perang harga terhadap anak usaha lainnya. Dengan begitu perseroan mencoba membuat suatu kolaborasi bagaimana supaya kita bisa menawarkan suatu produk yang juga membuat keuntungan buat perseroan.

Baca Juga: Memperkuat Sinergi BUMN, BTN dan IFG Life Luncurkan BTN Proteksi

"Salah satunya adalah di tahun lalu kita membuat yang namanya co-asuransi merah putih kita bekerja sama antar beberapa asuransi umum dalam konteks perlindungan asuransi kargo dan kedepanya kita akan memperluas produk2nya untuk kecelakaan diri maupun untuk kendaraan bermotor," tutupnya.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan