Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini soal Ancaman...

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini soal Ancaman... Kredit Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Warta Ekonomi, Kupang -

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran lahan dan hutan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi mengatakan potensi itu terjadi karena wilayah NTT sudah memasuki musim kemarau yang mengakibatkan munculnya titik panas.

Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran, Simak Nih Soal Prediksi Cuaca dari BMKG

"Potensi kebakaran lahan dan hutan mengancam sebagian besar wilayah NTT dengan kategori mudah dan sangat mudah terbakar," kata Agung di Kupang, Senin (2/5/2022).

Agung mengatakan hal itu berkaitan dengan peringatan dini kebakaran lahan dan hutan di NTT yang berlaku per 2 Mei 2022.

Agung menyebutkan sejumlah daerah yang dalam kondisi rentan atau sangat mudah mengalami kebakaran hutan dan lahan yaitu Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, sebagian Sumba Timur, Sumba Tengah.

Selain itu, sebagian Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Lembata, Flores Timur, dan Sikka, Nagekeo. 

"Potensi kebakaran hutan dan lahan sangat mudah terjadi karena alang-alang atau dedaunan yang biasanya menutup lantai hutan dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar," ujar Agung.

Agung menyebutkan hanya sebagian kecil Timor Tengah Selatan, sebagian besar Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat yang relatif lebih aman.

Agung mengatakan umumnya peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat aktifitas manusia baik disengaja maupun tidak saat membuka lahan untuk kegiatan pertanian atau perkebunan.

Selain itu juga akibat tindakan warga yang membuang puntung rokok ataupun petasan yang membuat api mudah tersambar pada rumput atau daun yang kering.

Agung mengimbau warga agar menghindari berbagai aksi yang rawan memicu kebakaran karena saat ini angin di wilayah NTT sudah mulai terasa cukup kencang.

"Jika ada titik api maka dapat merambat dengan cepat akibat angin yang kencang sehingga harus dihindari," tegas Agung.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan