Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Puji-Puji AHY, Edy Rahmayadi Juga Doakan Agar Jadi Pemimpin

Puji-Puji AHY, Edy Rahmayadi Juga Doakan Agar Jadi Pemimpin Kredit Foto: Instagram/Edy Rahmayadi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi memberi sinyal dukungannya terhadap Ketua Umum Dewan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk memimpin negeri ini.

Dia menilai AHY figur terbaik atau pernah meraih rangking pertama Adhi Makayasa yaitu penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik anggota TNI.

Baca Juga: Kunjungi Sumut, AHY Bakal Lakukan Ini

“Yang ingin saya sampaikan bukan karena saya senior. Beliau ini tahun 2000 di Taruna tapi The Best Adhi Makayasa, saya di nomor 12. Jadi wajar kalau nomor 12 itu gubernur, kalau nomor 1, kita doakan dia jadi,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam pelantikan Lokot Nasution sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, di Medan, Kamis (12/5/2022) yang dihadiri langsung oleh AHY.

Ucapan Edy ini langsung disambut tepuk tangan dan teriakan ratusan kader Demokrat yang memenuhi Hotel Santika dengan ‘AHY Presiden, AHY Presiden’.

Edy mengenang bagaimana kiprah putra Bambang Susilo Yudhoyono tersebut saat dirinya masih aktif sebagai TNI.

“Ketum Demokrat ini letting (angkatan) 2000 di Taruna, saya letting 85, berarti (beda) 15 (tahun). 2005-2006 pangkat saya kolonel, beliau letnan berangkat ke Lebanon saya yang menginsfeksi,” jelasnya.

Edy menegaskan untuk mendapatkan ranking di Adhi Makayasa tidaklah mudah. Mereka-mereka yang terpilih adalah orang-orang yang memiliki prestasi dan mampu seimbang dalam tiga aspek akademis, jasmani, dan kepribadian (mental).

“Begitu sulitlah cerita ranking ini, mudah diucapkan sulit untuk didapatkan. Tanguh, tanggung jawab, trenggingas itu yang dijawab oleh beliau. Tuntutan untuk dapat nomor 1 sulit, sehingga wajarlah kalau ke depan demokrasi dijadikan acuan untuk majunya bangsa yang kita cintai,” jelasnya.

Dia juga menyindir agar orang-orang yang tidak dapat ranking untuk tidak berbuat yang banyak merusak bangsa.

“Saya tak terlalu pandai menyanjung-menyanjung orang-orang. Sudah in the track bangsa ini. Bangsa yang besar ini, insyaAllah kita akan mampu, mari kita tempatkan ke posisinya. Yang merasa tak rangking sudahlah banyak tepuk tangan saja, jangan nanti merusak. Bangsa ini besar perlu dipimpin oleh orang yang cukup kemampuan,” bebernya.

Edy paham dengan pernyataannya yang akan membuat heboh. “Saya terbiasa di berita,” sambungnya.

Kepada Lokot Nasution, Edy mengingatkan untuk tidak banyak bicara melainkan berbuat untuk membangun Demokrat di Sumut. “Saya bukan tukang ulok (membual), tapi saya rajanya ulok,” ujarnya disambut tawa semua orang.

Edy memberi gambaran tentang partai-partai pesaing Demokrat di DPRD Sumut. Dimana, PDIP dengan 19 kursi, Gerindra dengan 15 kursi, Golkar 15 kursi, Nasdem 12 kursi, PKS 11 kursni dan Demokrat.

Dia berharap Demokrat bisa meraih 20 kursi di Pemilu mendatang. “Ada 20 kursi sayapun tenang,” pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan