Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ini Kata China Soal Ditembaknya Jurnalis Al Jazeera hingga Tewas: Andai Keadilan Palestina Diberikan

Ini Kata China Soal Ditembaknya Jurnalis Al Jazeera hingga Tewas: Andai Keadilan Palestina Diberikan Kredit Foto: Reuters/Mohamad Torokman
Warta Ekonomi, Beijing -

Wakil Menteri Luar Negeri China, Hua Chunying menyerukan diakhirinya ketidakadilan selama lebih dari 70 tahun terhadap Palestina. Menurutnya, penolakan terhadap keadilan bagi Palestina justru membuat tragedi pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh dapat terulang.

"Andai lebih penting dan keadilan diberikan kepada Palestina, tragedi Shireen Abu Akleh tentu bisa dihindari," tutur dia melalui cuitan di akun Twitter-nya, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Uji Coba Sukses, Amerika Akhirnya Bisa Menyaingi Rudal Andalan China dan Rusia

Cuitan tersebut disampaikan menyusul Hari Nakba yang diperingati tahunan pada setiap tanggal 15 Mei. Hari Nakba, atau Hari Bencana, menandai pengusiran paksa tahun 1948 terhadap hampir 800 ribu warga Palestina dari rumah mereka oleh geng-geng Zionis di Palestina yang bersejarah.

Tahun ini, Hari Nakba diperingati empat hari setelah Abu Akleh terbunuh saat meliput serangan militer Israel di kota Jenin, Tepi Barat. Pejabat Palestina dan Aljazirah mengatakan bahwa Abu Akleh dibunuh oleh pasukan Israel.

Banyak pemerintah dan organisasi internasional telah mengupayakan penyelidikan transparan atas pembunuhan Abu Akleh. Pelapor Khusus PBB untuk Palestina Francesca Albanese menyebut pembunuhan itu sebuah potensi kejahatan perang.

China sendiri menyatakan dukungannya untuk penyelidikan yang transparan dan independen atas pembunuhan jurnalis senior Palestina Shireen Abu Akleh. Korban diduga kuat ditembak mati oleh pasukan Israel saat melaporkan serangan Israel di kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (11/5/2022).

"China secara konsisten menolak dan mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis yang melakukan pekerjaan mereka. Kami harap tragedi ini ditangani secara adil sesuai hukum," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan