Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Joe Biden Kunjungi Jepang dan Korsel, China Harus Waspada

Joe Biden Kunjungi Jepang dan Korsel, China Harus Waspada Kredit Foto: Reuters/Leah Millis
Warta Ekonomi, Washington -

Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Jepang dan Korsel memberi sinyal peringatan kepada China.

Kedatangan Biden itu membawa pesan yang jelas bagi China, yaitu jangan coba-coba meniru aksi Rusia di Ukraina terhadap negara mana pun, khususnya Taiwan.

Baca Juga: Yoon Suk-yeol dan Joe Biden Matangkan "Plan B" buat Antisipasi Militer Korea Utara

Hal itu disampaikan oleh Michael Green, Spesialis Asia di Center for Strategic and International Studies, sebuah wadah pemikir (think-tank) berbasis di Washington.

Meskipun begitu, sebenarnya AS tak punya nilai tukar yang benar-benar bisa membuat China tunduk.

Sebab, China merupakan mitra dagang terbesar banyak negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan. AS bahkan kalah dari China dengan selisih yang jauh.

Pemerintahan Biden juga terlihat tak punya rencana khusus untuk merespons jika Beijing merebut Taiwan.

Tak hanya itu, AS juga tak bisa apa-apa untuk mengantisipasi resesi global akibat kebijakan “nol covid” dan lockdown yang dilakukan China.

Menurut Green, Biden hanya punya dukungan kuar dari Seoul dan Tokyo untuk mengantisipasi langkah China.

"Presiden Biden beruntung mendapatkan mitra-mitra seperti Jepang dan Korsel," ujar Green, dilansir dari Antara, Jumat (20/5/2022).

Seperti diketahui, perjalanan ke Asia itu menjadi kunjungan Biden yang pertama sebagai presiden AS. Dia akan berangkat pada Kamis (19/5/2022) untuk perjalanan selama lima hari.

Biden akan bertemu dengan presiden baru Korsel Yoon Suk-yeol di Seoul dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo.

Kedua pemimpin Asia itu sama-sama khawatir dengan Korea Utara dan China. Seoul dan Tokyo sama-sama berniat untuk memperkuat aliansi dengan Washington.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan