Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kemarahan Soekarno Memuncak: Separuh Kekayaan Singapura Berasal dari Kerja Keras Rakyat Sumatra

Kemarahan Soekarno Memuncak: Separuh Kekayaan Singapura Berasal dari Kerja Keras Rakyat Sumatra Kredit Foto: Reuters/Edgar Su
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Soekarno dikenal sebagai "musuh" Singapura. Tidak satu dua kali saja Soekarno berurusan dengan Singapura, hingga membuat presiden pertama RI itu naik pitam.

Soekarno menyebut Singapura dibangun dari kekayaan rakyat Sumatra, seperti ditulis Ganis Harsono dalam buku berjudul: Cakrawala Politik Era Sukarno.

Baca Juga: Bahas Singapura Deportasi UAS, Wakilnya Menag Yaqut Bawa-bawa Prabowo dan Gatot Nurmantyo!

Pemerintah Hindia-Belanda menyerahkan supremasi ekonomi kepada Singapura sebagai jajahan Inggris. Saat itu Pemerintah Hindia-Belanda terpaksa menerima kenyataan Riau adalah wilayah yang diawasi Singapura.

Kenyataan itu pun membuat Soekarno naik darah. Kemarahannya memuncak saat berpidato di depan rakyat Sumatra.

"Lebih lima puluh persen dari kekayaan Singapura berasal dari kerja keras yang saudara-saudara lakukan," kata Soekarno di hadapan rakyat Sumatra.

"Saudara-saudara membarter barang-barang dengan Singapura, dan dengan itu gedung-gedung pencakar langit bermunculan di negeri itu seperti cendawan tumbuh," kata Soekarno.

Soekarno tidak menyukai transaksi jual beli dengan cara barter tersebut. Ia juga mempertanyakan imbalan apa yang diperoleh rakyat Sumatra dengan sistem perdagangan ekonomi seperti itu dengan Singapura?

"Dan apa imbalannya yang saudara peroleh? Barang-barang plastik murahan, transistor-transistor yang tak bernilai, dan arloji mainan-mainan," ucap Soekarno.

Ia pun meminta rakyat Sumatra saat itu menghentikan aktivitas perdagangan dengan Singapura. Soekarno meminta rakyat Sumatra bergabung untuk memajukan daerah sendiri.

"Hentikan perdagangan barteran ini dengan Singapura, dan bergabunglah dalam kesatuan-kesatuan ekonomi yang kuat untuk memajukan daerah saudara-saudara, dan untuk membuat Belawan-Deli menjadi pelabuhan yang terbesar di Asia Tenggara," kata Soekarno.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan