Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Duh... Pencitraan Ganjar dan Anies Disebut Paling Berpotensi Membuat Masyarakat Terpolarisasi

Duh... Pencitraan Ganjar dan Anies Disebut Paling Berpotensi Membuat Masyarakat Terpolarisasi Kredit Foto: Instagram/Ganjar Pranowo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mayoritas masyarakat menganggap persaingan bakal calon presiden menjelang Pemilu 2024 meningkatkan polarisasi politik.

Hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) menunjukkan 68,2% responden setuju dinamika politik nasional jelang Pilpres dengan muncul tokoh-tokoh bakal capres telah meningkatkan polarisasi di tengah masyarakat.

"Hanya 10,4% yang merasa polarisasi politik di masyarakat tidak terlalu meningkat sedangkan 21,4% responden lainnya tidak merasakan dampak apapun," kata Direktur Eksekutif INES Herry Soetomo, Sabtu (21/5/2022).

Survei dilakukan pada 13-28 April 2022 dengan melibatkan 1.888 responden berumur 17 tahun keatas yang tersebar di 478 kabupaten kota di 34 provinsi. Survei menggunakan metode multi stage random sampling dan margin of errorĀ  plus minus 2,27% dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil survei juga menunjukan 89,7% respoden menyatakan perilaku politik pencitraan Anies Baswedan menimbulkan polarisasi di masyarakat. Lalu sebanyak 80,8% menyatakan perilaku politik Ganjar Pranowo menciptakan polarisasi di masyarakat.

Baca Juga: Pendukung Penista Agama Buka Kuping Lebar-lebar, Napoleon Bonaparte Nggak Main-main Kali Ini, Simak!

Kemudian tokoh lainnya menurut respoden yang perilaku politiknya menciptakan polarisasi di masyarakat Sandiaga Uno 50,3%, Gatot Nurmantyo 49,2%, Ridwan Kamil 30,2%, Agus Harimurti Yudyono 12,8%, Prabowo Subianto 10,9%, Airlangga Hartarto 5,9%.

"Akibat perilaku politik mereka tercipta opini masyarakat akan satu isu tertentu tentang politik terbentuk akibat perilaku para elite tersebut. Hasilnya masyarakat menjadi terpolarisasi," demikian kata Herry Soetomo.[]

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan