Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kejar Kekebalan, Pemerintah Genjot Vaksin Booster Covid-19

Kejar Kekebalan, Pemerintah Genjot Vaksin Booster Covid-19 Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan sebanyak 44.401.505 warga Indonesia sudah mendapatkan vaksin booster Covid-19 setelah mengalami penambahan 128.049 hingga pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data, Selasa (24/5/2022), penerima dosis lengkap ikut bertambah 60.416 orang dan totalnya menjadi 166.971.873 orang. Kemudian jumlah orang yang sudah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 mencapai 199.955.070 orang, setelah mengalami penambahan 37.740 orang.

Satgas menyebutkan, jumlah warga Indonesia yang dijadikan target sasaran vaksinasi berjumlah 208.265.720 orang. Diharapkan seluruh masyarakat setidaknya telah mendapatkan dosis lengkap sehingga imunitas tubuh tetap terbentuk dan melindungi dari penularan Covid-19.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan apabila ketentuan vaksinasi booster bagi masyarakat umum termasuk lansia, dilakukan minimal tiga bulan setelah pemberian vaksin Covid-19 dosis lengkap.

Bagi penyintas atau yang pernah tertular Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang, vaksin booster dilakukan minimal satu bulan setelah dinyatakan sembuh.

Sementara bagi penyintas atau orang yang pernah tertular Covid-19 dengan gejala berat, vaksin booster dilakukan minimal tiga bulan setelah dinyatakan sembuh. Sambil melakukan vaksinasi, Wiku mengingatkan apabila vaksinasi tidak dapat berfungsi optimal jika protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tidak dilakukan dengan benar.

Baca Juga: Elon Musk Temui Jokowi Pakai Kaus, Tamu Tak Bisa Mengatur

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar semua pihak tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan di setiap aktivitas.

"Pertama dalam hal vaksin, kekebalan tubuh yang ditimbulkan oleh vaksin akan berkurang seiring dengan berjalan-nya waktu. Kekebalan yang sudah mulai turun harus segera ditingkatkan kembali melalui vaksinasi ulang atau lebih umum disebut booster," katanya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan